Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Desember 2024 | 19.03 WIB

Jangan Sampai Tertipu! Inilah Ciri-Ciri Seseorang yang Memiliki Sifat Narsistik, Apa Kamu Termasuk?

Ilustrasi seorang dengan sifat narsistik. (Freepik/lifeforstock) - Image

Ilustrasi seorang dengan sifat narsistik. (Freepik/lifeforstock)

JawaPos.com - Terkadang, kita sulit mengenali sifat narsistik pada diri sendiri atau orang lain.

Tanda seorang narsistik seringkali tidak langsung terlihat, bahkan bisa sangat halus dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak yang menganggap narsistik hanya sebatas ego besar atau keinginan untuk diperhatikan, padahal ada banyak tanda lain yang bisa mengindikasikan sifat ini.

Jika kamu merasa ada sesuatu yang berbeda dalam cara berinteraksi dengan orang lain, atau bahkan merasa hubunganmu sering terjebak dalam pola yang tidak sehat, bisa jadi ini adalah tanda-tanda narsistik.

Pahami ciri-ciri ini agar kamu lebih waspada dan bisa memperbaiki hubungan yang ada, baik dengan orang lain maupun dengan diri sendiri.

Dilansir dari Parade pada Senin (2/12), simak penjelasan lebih lanjut tentang tanda-tanda narsistik yang perlu kamu perhatikan, dan lihat apakah kamu mengenali ciri-ciri ini pada dirimu sendiri.

1. Kesulitan Mempertahankan Hubungan Dekat

Jika hubungan kamu selalu berakhir dengan konflik atau perpisahan, itu bisa jadi tanda seorang narsistik. Orang dengan sifat narsistik sering kali tidak mampu melakukan refleksi diri dan seringkali mengabaikan perasaan orang lain. 

Akibatnya, hubungan mereka sering kali terasa melelahkan atau bahkan terasa seperti dikendalikan oleh satu pihak. Tanda ini bisa terlihat jelas dalam hubungan jangka panjang, di mana masalah komunikasi dan empati seringkali menjadi pemicu perpisahan.

2. Mengisolasi Pasangan dari Lingkungan Sosial

Salah satu tanda seorang narsistik adalah kecenderungan untuk mengisolasi pasangan dari keluarga atau teman-teman. Ini biasanya terjadi secara perlahan dan bertahap. 

Kamu mungkin mulai mengatakan bahwa kamu tidak percaya dengan teman-teman pasangan atau bahwa orang tuanya terlalu mengontrol hidup mereka. Lama-kelamaan, pasangan bisa merasa terperangkap dalam hubungan tanpa dukungan dari orang lain, yang secara tidak langsung memperkuat dominasimu dalam hubungan tersebut.

3. Mengarahkan Pembicaraan Hanya Pada Dirimu

Pernahkah kamu merasa bahwa setiap percakapan berakhir dengan cerita tentang dirimu? Itulah salah satu ciri khas seorang narsistik. Orang dengan sifat ini cenderung membuat segala sesuatu tentang diri mereka sendiri. 

Ketika berbicara, mereka lebih sering memusatkan perhatian pada pencapaian atau pengalaman mereka, dan sulit untuk benar-benar terlibat dengan apa yang dirasakan orang lain. Pembicaraan yang selalu berputar pada diri sendiri bisa membuat orang lain merasa tidak dihargai atau diabaikan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore