Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 1 Desember 2024 | 01.51 WIB

Ciri Khas Orang yang Jago Playing Victim: 7 Kebiasaan Manipulatif Sangat Melekat Pada Diri Mereka

Ilustrasi- Orang yang jago playing victim (shurkin_son-freepik) - Image

Ilustrasi- Orang yang jago playing victim (shurkin_son-freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang yang selalu merasa dirinya dirugikan atau menjadi korban dalam setiap situasi? Mereka sering kali membuat orang di sekitar merasa bersalah atau bertanggung jawab atas masalah yang dihadapi.

Perilaku ini dikenal sebagai playing victim, sebuah strategi manipulatif yang digunakan untuk mendapatkan perhatian, simpati, atau bahkan membebaskan diri dari tanggung jawab.

Orang yang pandai memainkan peran ini biasanya memiliki kebiasaan-kebiasaan tertentu yang sulit dilepaskan dan dapat memengaruhi hubungan dengan orang lain. Melansir Baseline, berikut adalah beberapa tanda yang perlu Anda waspadai.

1. Selalu Berada di Tengah Krisis

Orang yang memainkan peran korban tampaknya selalu menghadapi masalah besar. Mereka sering menceritakan drama kehidupan yang terus-menerus terjadi, meskipun sebenarnya mereka memiliki peran dalam menciptakan situasi tersebut.

2. Jarang Mau Bertanggung Jawab

Mereka kerap menyalahkan orang lain atau situasi eksternal atas kesalahan mereka. Mengakui kesalahan dianggap sebagai ancaman, sehingga mereka lebih memilih memproyeksikan tanggung jawab kepada pihak lain.

3. Menggunakan Manipulasi Emosional

Bahasa tubuh, gestur, dan kata-kata mereka sering dirancang untuk membangkitkan rasa iba. Terkadang mereka menangis atau menunjukkan kesedihan yang mendalam agar orang lain merasa bersalah atau bertindak sesuai keinginan mereka.

4. Kesulitan dengan Self-Victimization

Mereka merasa menjadi korban dalam segala situasi. Bahkan ketika orang lain mencoba membantu, mereka tetap menemukan alasan untuk merasa tidak dipahami atau tidak cukup diperhatikan.

5. Menginginkan Simpati, Bukan Solusi

Mereka lebih menikmati perhatian dan simpati daripada solusi atas masalah mereka. Ketika diberikan saran, mereka sering kali mengabaikannya atau mengatakan bahwa solusi tersebut tidak mungkin dilakukan.

6. Sangat Takut Penolakan

Ketakutan akan penolakan membuat mereka menggunakan peran korban sebagai mekanisme pertahanan. Mereka ingin memastikan orang lain tetap berada di sisi mereka, meskipun dengan cara manipulatif.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore