
Ilustrasi dijadikan mangsa gaslighting manipulator (jcomp-freepik)
JawaPos.com - Gaslighting adalah taktik manipulasi yang sering kali digunakan oleh individu dengan niat jahat untuk mengendalikan, merendahkan, atau membingungkan orang lain.
Tindakan ini dapat merusak kepercayaan diri dan mempengaruhi kesehatan mental korban, membuat mereka meragukan kenyataan dan persepsi diri mereka sendiri.
Gaslighting bukan hanya tentang berbohong, tetapi juga tentang menciptakan ketidakpastian yang mendalam, di mana korban merasa bingung dan tidak yakin dengan apa yang mereka rasakan atau pikirkan.
Jika Anda merasa sering diragukan atau diabaikan dalam hubungan Anda, mungkin Anda sedang menjadi korban gaslighting. Melansir Blog Herald, berikut ini adalah sepuluh dinamika manipulatif yang bisa Anda waspadai dalam interaksi dengan orang-orang yang memiliki kecenderungan gaslighting.
1. Rasa Ragu Diri yang Konstan
Korban gaslighting sering merasa ragu terhadap keputusan dan persepsi mereka sendiri. Pelaku manipulasi akan menciptakan situasi yang membuat Anda merasa tidak yakin atau tidak percaya diri dengan apa yang Anda pikirkan.
2. Memutarbalikkan Kata-Kata
Pelaku manipulasi sering memutar balikkan kata-kata Anda, membuat Anda merasa bingung atau salah paham. Hal ini dilakukan untuk membuat Anda meragukan diri sendiri.
3. Menyangkal Perbuatan
Salah satu cara pelaku gaslighting adalah menyangkal apa yang mereka lakukan, bahkan jika Anda memiliki bukti jelas. Mereka akan mencoba meyakinkan Anda bahwa ingatan Anda salah.
4. Membuat Anda Merasa Bersalah
Pelaku manipulasi sering memutar balikkan situasi untuk membuat Anda merasa bersalah atas masalah yang sebenarnya mereka ciptakan. Rasa bersalah ini membuat Anda lebih mudah dikendalikan.
5. Mengabaikan Perasaan Anda
Pelaku gaslighting sering mengecilkan atau bahkan mengabaikan perasaan Anda, membuat Anda merasa tidak penting atau tidak dihargai. Mereka dapat mengatakan bahwa Anda "terlalu sensitif" atau "berlebihan."
6. Mengisolasi Anda dari Dukungan
