Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 November 2024 | 22.26 WIB

Orang-orang yang Menyadari bahwa Selebriti dan Influencer hanya Berbagi Gaya Hidup Palsu di Media Sosial Biasanya Memiliki Ciri-ciri Karakter Ini

Ilustrasi gaya hidup selebriti dan influencer di media sosial (freepik/wayhomestudio) - Image

Ilustrasi gaya hidup selebriti dan influencer di media sosial (freepik/wayhomestudio)

JawaPos.com - Selebriti dan influencer mungkin akan selalu tampil keren di seluruh media sosial yang kita punya. Kita bahkan sering kali iri dengan kehidupan mereka yang sempurna dan berharap bisa menjadi seperti mereka.

Sementara banyak orang tertipu oleh ilusi gaya hidup sempurna seorang influencer, tipe orang tertentu justru melihatnya hanya sebagai adanya sebuah penampakan luar saja.

Jika Anda mulai mempertanyakan keaslian selebriti atau tokoh media sosial favorit Anda, menurut sebuah artikel dari laman Ideapod yang dilansir JawaPos.com, Jumat (22/11), kemungkinan besar Anda memiliki beberapa ciri karakter berikut.

1. Dewasa secara emosional

Penelitian menemukan bahwa tokoh-tokoh media sosial memiliki pengaruh lebih besar pada orang yang lebih muda (remaja dan orang-orang di awal usia 20-an) dibandingkan mereka yang berusia akhir 20-an dan di atasnya.

Alasannya adalah kematangan emosional mereka. Sebuah studi tahun 2023 yang diterbitkan dalam Current Psychology menemukan bahwa otak remaja secara signifikan lebih peka terhadap kesan orang lain, terutama pendapat teman sebayanya.

Karena perubahan mental yang terjadi selama masa remaja, remaja memiliki keinginan yang lebih kuat untuk merasa diterima dan menjadi bagian dari suatu kelompok.

Oleh karena itu, mereka yang paling mungkin tertipu oleh ilusi perfeksionisme yang diposting para influencer secara online adalah kaum muda dan mereka yang belum matang secara emosional.

2. Berpikir bebas

Remaja bukan satu-satunya target audiens para influencer dan selebriti. Siapa saja yang mempercayai perkataan orang lain tanpa berpikir panjang atau mengikuti kata orang tanpa bertanya akan jatuh ke dalam kepalsuan mereka.

Karena itulah sebagian besar populasi dunia, selebriti dan influencer sangat sukses dalam membuat orang mendengarkan mereka, mengikuti mereka, dan melakukan apa yang mereka katakan.

Tetapi jika seseorang dapat berpikir sendiri, mereka akan mempertanyakan apa yang mereka lihat secara daring. Alih-alih melakukan apa yang diperintahkan, mereka melakukan penelitian sendiri dan membentuk opini berdasarkan temuan mereka.

3. Skeptisisme

Menjadi seorang skeptis berarti memiliki kecenderungan meragukan kebenaran dalam segala hal. Orang yang skeptis secara alami cenderung mempertanyakan keaslian apa yang mereka lihat di media sosial.

Misalnya, jika mereka melihat seseorang di Instagram yang mengaku mengalami 'hari terbaik yang pernah ada' setiap hari, mereka akan segera mulai mempertanyakannya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore