
Ilustrasi orang yang sering di unfollow para pengikutnya.(freepik.com/benzoix)
JawaPos.com - Media sosial menjadi panggung bagi sebagian besar orang untuk mengekspresikkan diri, menghibur diri, menjaga koneksi, hingga promosi bisnis.
Meskipun banyak hal positif, media sosial juga bisa jadi bahaya jika digunakan berlebihan, sehingga tak segan untuk menekan tombol unfollow atau lebih parahnya lagi menutup akun tersebut.
Melansir dari laman Small Business Bonfire pada (18/11), inilah 7 perilaku orang yang sering di unfollow para pengikutnya di media sosial, diantaranya :
1. Posting berlebihan
Kita semua pernah menjumpai akun media sosial yang membuat kita merasa seperti tenggelam dalam lautan postingan. Merekalah yang membanjiri feed dengan postingan setiap jam atau bahkan setiap beberapa menit.
Perilaku ini dapat dengan cepat berubah dari menarik menjadi berlebihan. Ini seperti melakukan percakapan dengan seseorang yang tidak mengizinkan kamu berbicara secara langsung.
Di dunia media sosial, hal ini bisa jadi lebih menjengkelkan. Karena jujur saja, tidak ada seorang pun yang ingin feed mereka hanya berisi update dari satu orang saja. Jadi tak segan untuk orang lain mengklik unfollow.
2. Menjadi terlalu negatif
Diantara kita pasti pernah melihat seseorang yang sepertinya hanya membagikan kabar buruk, keluh kesah, atau asumsi-asumsi negatif mereka. Sikap negatif yang terus-menerus bisa menguras tenaga. Jika kamu selalu menjadi pembawa berita buruk, jangan kaget jika orang-orang mulai melakukan 'unfollow'.
3. Mengabaikan ikatan
Dalam dunia media sosial, interaksi adalah rajanya. Ini bukan hanya tentang memposting konten kemudian menghilang hingga pembaruan berikutnya. Penelitian telah menunjukkan bahwa akun yang berinteraksi dengan pengikutnya dengan menanggapi komentar mungkin akan memberi rasa hormat pada mereka.
Di sisi lain, mereka yang mengabaikan komentar atau pesan pengikutnya cenderung kehilangan pengikut. Tunjukkan pada mereka bahwa kamu menghargai masukan atau kritik.
4. Terlalu banyak promosi
Sangat menyenangkan untuk membagikan pencapaian dan mempromosikan bisnis di media sosial. Karena bagaimanapun, ini adalah platform yang kuat untuk ekspresi diri dan periklanan.
Bayangkan memiliki seorang teman yang setiap kali bertemu hanya membicarakan produk atau layanan terbarunya, betapa hebatnya, dan alasan kamu harus membelinya. Pada titik tertentu, mungkin kamu akan mulai mengabaikannya.
Prinsip yang sama berlaku untuk media sosial. Pengikut tertarik dengan apa yang dikatakan sebagai individu, bukan hanya sebagai tenaga penjualan. Jika feed akun media sosialmu terus-menerus menjadi aliran promosi diri, kemungkinan besar akan melihat jumlah pengikut menurun.
5. Berbagi informasi yang menyesatkan
Pernahkah kamu melihat salah satu influencer yang membagikan tips diet turun 10 kilogram dalam sebulan lalu mempromosikannya dengan teh atau pil pelangsing? Padahal ini sama sekali tak didukung oleh sains bahkan barang tersebut berbahaya.
Ini merupakan pengingat yang jelas bahwa berbagi informasi yang menyesatkan dapat merusak kredibilitas dan merugikan pengikut. Selalu pastikan bahwa informasi yang dibagikan akurat dan dapat diandalkan.
6. Kurangnya keaslian diri
Di era media sosial, keaslian adalah sebuah mata uang. Pengikut tertarik pada orang-orang yang nyata, menyenangkan, dan jujur. Mereka ingin melihat orang di balik postingan tersebut, bukan hanya gambar yang dikurasi dengan cermat.
Di sisi lain, orang-orang yang menampilkan citra palsu atau mencoba menggambarkan kehidupan sempurna sering kali kehilangan pengikut. Tidak apa-apa untuk berbagi perjuangan bersama dengan kesuksesan. Faktanya, ini lebih dari cukup, itulah cerita sederhana yang layak dilihat oleh para pengikut.
7. Tak menghormati batasan
Media sosial adalah platform publik, tapi bukan berarti semua batasan harus diabaikan. Entah itu menjadi terlalu pribadi, berbagi konten yang tidak pantas, atau mengirim spam ke pengikut.
Rasa hormat terhadap audiens adalah hal yang terpenting. Sama seperti dalam kehidupan nyata, penting untuk mempertimbangkan kenyamanan dan preferensi orang lain sebelum berbagi.
Mengutip dari laman Rukita, bahwa alasan lain yang membuat kamu sering di unfollow para pengikut, bisa karena kontenmu terlalu banyak sehingga kerap mengganggu kehidupan orang lain.
Mungkin bagi orang biasa ini hal yang kecil, tapi bagi mereka para influencer atau selebgram tentunya akan mengurangi performa dirinya dan pihak lain akan merasa kurang percaya jika bekerja sama dengannya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
