
Ilustrasi anak cerdas (Max Fischer/pexels.com)
JawaPos.com - Berdasarkan berbagai penelitian, ada sejumlah cara yang dapat diterapkan oleh orang tua dan pendidik untuk membantu anak tumbuh lebih cerdas serta berkembang dengan baik secara fisik maupun emosional.
Penelitian ini memberikan wawasan mengenai tindakan yang mampu mempercepat perkembangan kognitif anak, mendukung pertumbuhan fisik yang sehat, dan memfasilitasi kesejahteraan emosional mereka.
Dengan menerapkan pendekatan yang tepat, orang tua dan pendidik bisa menciptakan lingkungan yang mendukung dan merangsang potensi anak dengan optimal. Melansir time.com, berikut cara membuat anak lebih cerdas agar tumbuh dengan baik dan sehat menurut penelitian.
1. Pelajaran musik
Dibandingkan dengan anak-anak dalam kelompok kontrol, anak-anak yang mengikuti program musik menunjukkan peningkatan IQ secara keseluruhan yang lebih teratur. Meskipun pengaruhnya terbilang kecil, efek positif tersebut terlihat pada berbagai subtes IQ, skor indeks, dan ukuran standar prestasi akademik.
Penelitian yang terus berkembang menunjukkan bahwa pelatihan musik memberi keuntungan dalam proses belajar siswa di kelas. Sebuah studi dari Universitas Northwestern menemukan bahwa pelatihan musik juga bisa memberikan manfaat bagi orang tua lanjut usia, membantu mengurangi beberapa dampak negatif yang berhubungan dengan penuaan.
2. Membaca buku bersama anak
Apakah kamu memiliki anak kecil yang sedang belajar membaca? Jangan biarkan mereka hanya melihat gambar-gambar di buku saat kamu membacakan cerita. Fokuskan perhatian mereka pada kata-kata. Bacalah bersama mereka, bukan hanya untuk mereka. Penelitian menunjukkan bahwa hal ini sangat bermanfaat dalam mengembangkan keterampilan membaca anak.
Apabila kegiatan membaca buku bersama dilengkapi dengan perhatian khusus pada pengembangan keterampilan dan strategi membaca anak, maka aktivitas ini menjadi sarana yang efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi dini, bahkan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.
3. Perhatikan jam tidur anak
Penelitian telah menunjukkan hubungan yang kuat antara durasi tidur dan prestasi akademik pada remaja. Studi yang dilakukan oleh Wahlstrom, misalnya, menemukan bahwa perbedaan hanya lima belas menit durasi tidur bisa membuat perbedaan signifikan dalam nilai yang diperoleh siswa.
Remaja yang memperoleh nilai A cenderung tidur lebih lama daripada yang mendapat nilai B, C, dan seterusnya. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Carskadon yang melibatkan lebih banyak siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa tambahan waktu tidur dapat berpengaruh positif pada kemampuan belajar dan prestasi akademik siswa.
4. Ajari anak disiplin
Selain disiplin diri, konsep kehati-hatian juga muncul sebagai faktor penting dalam menentukan kesuksesan. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mempunyai tingkat kehati-hatian tinggi cenderung meraih prestasi yang lebih baik dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari akademis hingga kesehatan.
Mereka lebih mampu dalam menunda kepuasan, mengatur waktu dengan baik, dan membuat keputusan yang bijaksana. Dengan kata lain, kehati-hatian menjadi semacam superpower yang dapat membantu kita mencapai tujuan hidup kita.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
