Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 November 2024 | 02.01 WIB

Asal-usul Dream Catcher, Berawal dari Legenda Laba-laba hingga Dibalik Bentuk Desain Jaring-jaring

Ilustrasi dream catcher (Freepik) - Image

Ilustrasi dream catcher (Freepik)

JawaPos.com - Dream Catcher merupakan obyek berbentuk lingkaran dengan bahan pohon willow yang dibuat langsung oleh tangan manusia kemudian dibentuk menjadi jaring.

Dream Catcher dapat berupa bulu dan manik-manik, dan secara tradisional digantung pada ayunan sebagai bentuk pelindung dan perlindungan.

Melansir dari Cultural Elements berikut sejarah asal-usul terbentuknya Dream Catcher.

Sejarah dan Cerita rakyat penangkap mimpi

Penduduk asli Amerika memandang mimpi sebagai energi yang mengelilingi individu saat mereka tidur. Energi tersebut menghasilkan penglihatan pada orang tersebut dan biasanya disebut sebagai "mimpi baik" atau "mimpi buruk".

Jika mimpi ini memengaruhi seseorang, hasilnya dapat berdampak positif atau negatif pada kehidupan mereka.

Dua suku di Amerika Utara, Ojibwe (sebelumnya dikenal sebagai Chippewa) dan Lakota, membuat penangkap mimpi untuk mencegah mimpi buruk memengaruhi orang tersebut sambil menangkap mimpi baik dan menyalurkan energi itu ke dalam kehidupan orang tersebut.

Perangkat ini sering dibuat oleh para tetua perempuan di suku tersebut untuk mengendalikan energi yang mengelilingi anak-anak saat mereka tidur.

Penangkap mimpi terbuat dari bahan alami dan dimaksudkan untuk hancur kembali ke alam saat anak kecil beranjak dewasa.

Lingkaran bundar atau oval dibuat dengan membengkokkan sebatang pohon willow ke bentuk yang diinginkan.

Urat kemudian diikatkan ke tujuh atau delapan titik pada lingkaran dan direntangkan melintasi lingkaran dalam pola yang menyerupai jaring laba-laba dengan lubang di tengahnya.

Bulu diikatkan ke lingkaran sehingga menggantung di bawahnya. Kerang dan batu akan digunakan untuk menghias penangkap mimpi.

Legenda Ojibwe tentang Asibikaashi (Wanita Laba-laba)

Asibikaashi bertanggung jawab untuk menempatkan matahari di langit setiap pagi. Matahari mengirimkan energinya ke banyak orang di seluruh negeri. Namun, seiring dengan pertumbuhan suku dan penyebarannya di seluruh dunia, semakin sulit bagi Asibikaashi untuk menyalurkan energinya ke semua orang.

Dia meminta bantuan nenek, ibu, dan saudara perempuan suku untuk menenun lingkaran ajaib yang menangkap dan menahan energi mimpi. Mimpi buruk ditangkap dan ditahan oleh jaring penangkap mimpi sementara mimpi baik lolos melalui lubang tengah dan ke pemiliknya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore