Ilustrasi orang tua dengan pola asuh controlling yang suka mengekang dan mengatur anaknya. (Freepik)
JawaPos.Com - Membangun rasa percaya diri sejak anak masih kecil adalah fondasi penting untuk menciptakan generasi dewasa yang mandiri, percaya diri, dan mampu menghadapi tantangan hidup.
Namun sayangnya, ada pola asuh yang tanpa disadari justru merusak rasa percaya diri anak dan berdampak buruk pada kehidupan mereka ketika dewasa.
Sejumlah studi dalam psikologi menyebutkan, perkembangan dan pendidikan anak yang menunjukkan sikap dan metode tertentu dapat membuat anak tumbuh dengan kepercayaan diri yang rendah, sulit menghadapi tekanan, serta memiliki pandangan negatif terhadap diri mereka sendiri.
Lantas, pola asuh seperti apa yang membuat anak kehilangan rasa percaya diri?
Berikut adalah beberapa pola asuh yang sebaiknya dihindari untuk mendukung perkembangan mental dan emosional anak dikutip dari beberpa jurnal penelitian.
Kritik yang terlalu sering dan berlebihan terhadap kesalahan anak, bahkan kesalahan kecil, dapat membuat anak merasa tidak pernah cukup baik.
Alih-alih membangun rasa percaya diri, kritik yang konsisten membuat anak takut mengambil risiko dan selalu meragukan kemampuan mereka.
Psikolog anak Dr. Laura Markham, dalam bukunya Peaceful Parent, Happy Kids, menjelaskan bahwa terlalu banyak kritik dapat mengakibatkan anak tumbuh menjadi individu yang takut mencoba hal baru karena takut gagal.
Sebaiknya, orang tua fokus pada pembelajaran dari kesalahan dan dorong anak untuk mencari solusi atas masalah yang dihadapi.
Membandingkan anak dengan saudara atau teman sebayanya dapat berdampak buruk pada kesehatan emosional anak.
Saat anak merasa dirinya tidak cukup baik dibandingkan dengan orang lain, kepercayaan diri mereka akan hancur secara perlahan.
Menurut American Psychological Association (APA), anak yang sering dibandingkan akan tumbuh dengan perasaan rendah diri dan mungkin merasa kurang berharga.
Sebagai gantinya, hargai dan beri pujian pada usaha anak, dan tunjukkan bahwa setiap anak memiliki keunikannya sendiri.
Pola asuh yang otoriter dan tidak memberikan kesempatan bagi anak untuk mengekspresikan pendapat atau ide mereka bisa menekan rasa percaya diri anak.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
