Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 November 2024 | 23.05 WIB

Menurut Psikologi, 7 Pola Asuh Ini Tanpa Disadari Mengikis dan Merusak Rasa Percaya Diri pada Anak, Bahkan hingga Dewasa

 

Ilustrasi orang tua dengan pola asuh controlling yang suka mengekang dan mengatur anaknya. (Freepik)

JawaPos.Com - Membangun rasa percaya diri sejak anak masih kecil adalah fondasi penting untuk menciptakan generasi dewasa yang mandiri, percaya diri, dan mampu menghadapi tantangan hidup.

Namun sayangnya, ada pola asuh yang tanpa disadari justru merusak rasa percaya diri anak dan berdampak buruk pada kehidupan mereka ketika dewasa.

Sejumlah studi dalam psikologi menyebutkan, perkembangan dan pendidikan anak yang menunjukkan sikap dan metode tertentu dapat membuat anak tumbuh dengan kepercayaan diri yang rendah, sulit menghadapi tekanan, serta memiliki pandangan negatif terhadap diri mereka sendiri.

Lantas, pola asuh seperti apa yang membuat anak kehilangan rasa percaya diri?

Berikut adalah beberapa pola asuh yang sebaiknya dihindari untuk mendukung perkembangan mental dan emosional anak dikutip dari beberpa jurnal penelitian.

1. Kritik Berlebihan Terhadap Kesalahan

Kritik yang terlalu sering dan berlebihan terhadap kesalahan anak, bahkan kesalahan kecil, dapat membuat anak merasa tidak pernah cukup baik.

Alih-alih membangun rasa percaya diri, kritik yang konsisten membuat anak takut mengambil risiko dan selalu meragukan kemampuan mereka.

Psikolog anak Dr. Laura Markham, dalam bukunya Peaceful Parent, Happy Kids, menjelaskan bahwa terlalu banyak kritik dapat mengakibatkan anak tumbuh menjadi individu yang takut mencoba hal baru karena takut gagal.

Sebaiknya, orang tua fokus pada pembelajaran dari kesalahan dan dorong anak untuk mencari solusi atas masalah yang dihadapi.

2. Membandingkan dengan Anak Lain

Membandingkan anak dengan saudara atau teman sebayanya dapat berdampak buruk pada kesehatan emosional anak.

Saat anak merasa dirinya tidak cukup baik dibandingkan dengan orang lain, kepercayaan diri mereka akan hancur secara perlahan.

Menurut American Psychological Association (APA), anak yang sering dibandingkan akan tumbuh dengan perasaan rendah diri dan mungkin merasa kurang berharga.

Sebagai gantinya, hargai dan beri pujian pada usaha anak, dan tunjukkan bahwa setiap anak memiliki keunikannya sendiri.

3. Tidak Memberikan Ruang untuk Mengekspresikan Diri

Pola asuh yang otoriter dan tidak memberikan kesempatan bagi anak untuk mengekspresikan pendapat atau ide mereka bisa menekan rasa percaya diri anak.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore