Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 November 2024 | 22.25 WIB

10 Alasan yang Membuat Orang Kelas Menengah Semakin Terpuruk dan Orang Kaya Semakin Jaya, Apa Saja?

Ilustrasi orang kelas menengah yang semakin terpuruk. - Image

Ilustrasi orang kelas menengah yang semakin terpuruk.

JawaPos.com - Fenomena orang kelas menengah akhir-akhir ini sering menjadi sorotan, mereka cenderung lebih keras berusaha karena tidak termasuk penerima bantuan apalagi bergelimang kemewahan.

Mengutip dari laman Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia, para ekonom dan analis sosial sangat mengkhawatirkan keadaan orang kelas menengah ini, khususnya di Indonesia.

Orang kelas menengah kerap diandalkan sebagai tulang punggung, penggerak ekonomi, konsumen utama, serta investor kecil maupun menengah. Terlebih saat ini nasib mereka diliputi melonjaknya harga bahan pokok dan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

Melansir dari laman New Trade Eru pada (08/11) ada 10 alasan yang membuat orang kelas menengah semakin terpuruk dan orang kaya semakin jaya:

1. Kurangnya pendidikan finansial

Rata-rata sistem sekolah menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengajarkan rumus Pythagoras daripada mengelola keuangan pribadi. Kesenjangan mendasar ini membuat sebagian besar orang dewasa kelas menengah kesulitan memahami konsep seperti bunga, optimalisasi pajak, atau investasi.

Sebaliknya, keluarga kaya sering kali mulai mengajari anak-anak mereka tentang pengelolaan uang sejak usia tujuh tahun. Mereka menekankan konsep seperti dasar-dasar investasi, serta perbedaan antara aset dan liabilitas.

Buku keuangan pribadi, kursus, dan literasi keuangan dasar tentang keterampilan penting pengelolaan uang adalah langkah pertama bagi masyarakat kelas menengah yang ingin meningkatkan status ekonomi mereka.

2. Jebakan tersembunyi dari kartu kredit

Hadiah kartu kredit yang menjanjikan cashback atau diskon 2% mungkin tampak seperti langkah finansial yang cerdas, tapi hal ini menutupi kebenaran yang lebih mendalam.

Meskipun rumah tangga kelas menengah sering menggunakan kartu kredit untuk mempertahankan gaya hidup dengan membayar bunga 20-25% pada saldo bergulir, orang-orang kaya menggunakan utang dengan cara yang berbeda.

Mereka memanfaatkan pinjaman untuk membeli aset yang menghasilkan pendapatan. Seperti halnya membeli rumah, tanah, saham, emas, atau obligasi yang nilainya akan semakin naik seiring berjalannya waktu.

3. Menabung di rekening

Perlu diketahui bahwa dana darurat sebesar puluhan juta di rekening tabungan akan kehilangan daya beli ratusan ribu setiap tahunnya. Sementara orang kaya sangat memerlukan investasi yang nilainya bertambah sehingga uangnya tidak tergerus inflasi.

4. Kenaikan gaji yang membuat naiknya pengeluaran

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore