Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 November 2024 | 00.21 WIB

Perempuan yang Sering Memuji Pasangannya di Media Sosial Memiliki 6 Makna Kepribadian Ini, Menurut Psikologi

6 makna kepribadian perempuan yang suka memuji pasangan mereka di media sosial (Freepik) - Image

6 makna kepribadian perempuan yang suka memuji pasangan mereka di media sosial (Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda melihat teman Anda di media sosial terus-terusan memuji pasangan mereka, seperti halnya ‘pasangan saya baik’, ‘pasangan saya pandai memasak’, ‘pasangan saya orang yang sangat bertanggung jawab’, atau bahkan ‘pasangan saya sangat menerima saya apa adanya’.

Memuji pasangan secara terus-terus menerus merupakan sebuah tanda bahaya bagi mereka. Bisa jadi terdapat makna tersembunyi dibalik postingan mereka. Baik itu validasi hubungan bahwa hubungan mereka yang paling sempurna, ataukah rasa ketidakamanan terhadap sesuatu.

Dilansir dari laman huffpost.com oleh JawaPos.com, Selasa (5/11) telah merangkum 6 makna kepribadian perempuan yang suka memuji pasangan mereka di media sosial, apa sajakah itu:

1. Mencari perhatian

Perempuan yang terus-menerus memuji pasangan mereka di media sosial biasanya mencari perhatian tentang hubungannya. Hal ini bisa terjadi pada orang yang sudah menikah sekaligus.

Jennifer Chappell Marsh, seorang terapis perkawinan dan keluarga di San Diego, California mengatakan bahwa perempuan yang memuji pasangannya di media sosial cenderung mengambil foto hubungan dan mengunggahnya di media sosial (Instagram, facebook, dan lainnya) untuk mencari perhatian positif orang lain, tanpa mendapatkan kepastian dari pasangannya.

Bisa jadi perempuan tersebut akan menyuruh pasangannya untuk berperilaku yang sama yakni memuji pasangannya di media sosial. Pasangannya (laki-laki) pun mungkin merasa mengeluh sebab itu bukanlah diri mereka yang sebenarnya.

2. Ketidakamanan hubungan

Mungkin mereka akan menghujani temannya di media sosial dengan pujian-pujian untuk pasangan atau suaminya. Tentang liburannya, pencapaian mereka, unggahan ulang tahun pernikahan yang terlalu memuji, dan mereka sering mengingatkan para pengikutnya bahwa mereka adalah perwujudan couple goals.

Dari fenomena itu, penelitian menunjukkan bahwa yang terjadi justru sebaliknya, kebiasaan memposting di media sosial terkait langsung dengan apa yang disebut oleh para ilmuwan sosial sebagai visibilitas hubungan, artinya sejauh mana mereka menjadikan hubungannya sebagai bagian dari persona publik.

Menurut sebuah penelitian yang baru-baru ini diterbitkan dalam Personality and Social Psychology Bulletin memiliki visibilitas hubungan yang sangat tinggi dan memposting pujian secara berlebihan tentang pasangan mungkin merupakan kedok untuk ketidakamanan hubungan.

3. Kecemasan hubungan terhadap sesuatu

Para peneliti berhipotesis bahwa gaya keterikatan (bagaimana kita terikat secara emosional dan terikat dengan orang lain dalam kehidupan dewasa) yang mendasari visibilitas hubungan dan keinginan untuk memposting.

Para peneliti menduga bahwa orang dengan gaya keterikatan penghindar yang cenderung menarik diri dari pasangannya, akan menunjukkan keinginan yang rendah untuk visibilitas hubungan.

Sementara mereka dengan gaya keterikatan cemas yang membutuhkan lebih banyak kepastian tentang hubungan mereka, akan melaporkan keinginan yang tinggi untuk visibilitas.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore