Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 November 2024 | 20.03 WIB

Jarang Disadari! Waspadai 8 Tanda Seseorang Mengalami Burnout menurut Psikolog, Buruan Ambil Cuti Jika Mengalaminya!

Ilustrasi 8 tanda seseorang mengalami burnout menurut psikolog. - Image

Ilustrasi 8 tanda seseorang mengalami burnout menurut psikolog.

JawaPos.com - Saat kalian memikirkan tentang burnout, banyak orang yang membayangkan seseorang yang benar-benar kehabisan tenaga dengan kaki di atas sofa di Jumat yang penuh tekanan. WHO menyebutkan bahwa burnout merujuk pada stres terkait pekerjaan.

Dilansir dari Everyday Health, burnout terbagi dalam 3 serangkaian kondisi mental yaitu depersonalisasi, kelelahan emosional, dan perasaan sinis, keterpisahan, dan kurangnya pencapaian.

Namun, burnout juga dapat disebabkan oleh tekanan non-pekerjaan yang menyebabkan sebuah gejala atau tanda yang tidak terlihat atau terasa. Burnout fisik mungkin adalah akibat dari pekerjaan atau serangkaian tanggung jawab tertentu.

Tetapi, dampaknya cenderung akan mempengaruhi aspek kehidupan lainnya. Biasanya orang merasa semakin tidak sehat secara fisik dan mental serta mengalami kesulitan dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.

Gejala atau tanda burnout dapat tumpang tindih dengan gejala depresi dan masalah kesehatan mental lainnya, tetapi burnout itu sendiri bukanlah diagnosa medis. Burnout dapat menimbulkan berbagai dampak yang dapat merugikan kesehatan secara keseluruhan.

Inilah 8 tanda seseorang mengalami burnout menurut psikolog.

1. Jadi pesimis dan sensitif

Seseorang yang mengalami burnout biasanya akan bersikap kritis dan pesimis. Tidak hanya pada apa yang menyebabkan mereka burnout tetapi juga dunia di sekitarnya.

Di tempat kerja, mereka mungkin akan menunjukkan sikap yang lebih negatif terhadap klien dan lebih mudah tersinggung oleh banyak hal. Mereka akan merasa terganggu atau apatis.

Hal ini menunjukkan bahwa mereka seolah tidak memiliki tujuan atau makna dalam apa yang mereka lakukan. Dalam kasus burnout yang lebih ekstrim, mereka mungkin akan mempertanyakan apakah hidup ini layak untuk dijalani atau tidak.

2. Kesulitan tidur

Orang yang yang mengalami burnout cenderung akan sulit mendapatkan tidur nyenyak. Menurut Pn Medicine, kegelisahan dan insomnia adalah dua masalah terkait tidur yang dikaitkan dengan burnout.

Kurang tidur dapat memicu burnout karena penderita akan merasa kurang mampu untuk berpikir jernih saat tidak cukup istirahat. Ini jadi pola lingkaran setan yang menjadi penyebab dan akibat dari burnout.

3. Sakit perut atau sakit kepala

Penelitian yang melibatkan pekerja sosial dengan keadaan burnout menemukan bahwa sekitar 9 persen mengalami sakit kepala dan 10 persen mengalami masalah gastrointestinal atau sakit perut.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore