
Ilustrasi 8 tanda seseorang mengalami burnout menurut psikolog.
JawaPos.com - Saat kalian memikirkan tentang burnout, banyak orang yang membayangkan seseorang yang benar-benar kehabisan tenaga dengan kaki di atas sofa di Jumat yang penuh tekanan. WHO menyebutkan bahwa burnout merujuk pada stres terkait pekerjaan.
Dilansir dari Everyday Health, burnout terbagi dalam 3 serangkaian kondisi mental yaitu depersonalisasi, kelelahan emosional, dan perasaan sinis, keterpisahan, dan kurangnya pencapaian.
Namun, burnout juga dapat disebabkan oleh tekanan non-pekerjaan yang menyebabkan sebuah gejala atau tanda yang tidak terlihat atau terasa. Burnout fisik mungkin adalah akibat dari pekerjaan atau serangkaian tanggung jawab tertentu.
Tetapi, dampaknya cenderung akan mempengaruhi aspek kehidupan lainnya. Biasanya orang merasa semakin tidak sehat secara fisik dan mental serta mengalami kesulitan dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.
Gejala atau tanda burnout dapat tumpang tindih dengan gejala depresi dan masalah kesehatan mental lainnya, tetapi burnout itu sendiri bukanlah diagnosa medis. Burnout dapat menimbulkan berbagai dampak yang dapat merugikan kesehatan secara keseluruhan.
Inilah 8 tanda seseorang mengalami burnout menurut psikolog.
1. Jadi pesimis dan sensitif
Seseorang yang mengalami burnout biasanya akan bersikap kritis dan pesimis. Tidak hanya pada apa yang menyebabkan mereka burnout tetapi juga dunia di sekitarnya.
Di tempat kerja, mereka mungkin akan menunjukkan sikap yang lebih negatif terhadap klien dan lebih mudah tersinggung oleh banyak hal. Mereka akan merasa terganggu atau apatis.
Hal ini menunjukkan bahwa mereka seolah tidak memiliki tujuan atau makna dalam apa yang mereka lakukan. Dalam kasus burnout yang lebih ekstrim, mereka mungkin akan mempertanyakan apakah hidup ini layak untuk dijalani atau tidak.
2. Kesulitan tidur
Orang yang yang mengalami burnout cenderung akan sulit mendapatkan tidur nyenyak. Menurut Pn Medicine, kegelisahan dan insomnia adalah dua masalah terkait tidur yang dikaitkan dengan burnout.
Kurang tidur dapat memicu burnout karena penderita akan merasa kurang mampu untuk berpikir jernih saat tidak cukup istirahat. Ini jadi pola lingkaran setan yang menjadi penyebab dan akibat dari burnout.
3. Sakit perut atau sakit kepala
Penelitian yang melibatkan pekerja sosial dengan keadaan burnout menemukan bahwa sekitar 9 persen mengalami sakit kepala dan 10 persen mengalami masalah gastrointestinal atau sakit perut.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
