Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 November 2024 | 11.45 WIB

Dilema Sosial, Dampak Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental dan Tips Untuk Menggunakannya dengan Aman

Ilustrasi sekelompok orang sibuk menggunakan media sosial. (Freepik) - Image

Ilustrasi sekelompok orang sibuk menggunakan media sosial. (Freepik)

JawaPos.com – Bagi sebagian besar orang, mengecek media sosial seperti Instagram, Facebook, Tiktok, Twitter, dan lainnya adalah bagian dari keseharian. Pada tahun 2023, diperkirakan ada 4,9 miliar pengguna media sosial di seluruh dunia. Rata-rata orang menghabiskan 145 menit di media sosial setiap hari.

Melihat postingan dari teman, keluarga, bahkan orang-orang lain di seluruh dunia bisa menjadi cara untuk kita lebih peka terhadap kondisi terkini. Namun, penggunaan media sosial juga bisa memberikan sisi gelap.

Media sosial dapat berdampak negatif pada kesejahteraan kita secara keseluruhan dengan memicu kecemasan, depresi, kesepian, dan FOMO (fear or missing out). Masalah-masalah ini terutama lazim terjadi pada remaja dan dewasa.

Melansir dari Mass General Brigham McLean Hospital pada Minggu (3/11), menurut Pew Research Center, 69 persen orang dewasa dan 81 persen remaja di AS menggunakan media sosial. Hal ini membuat sebagian besar populasi berisiko lebih tinggi merasa cemas, tertekan, atau sakit akibat penggunaan media sosial.

Para peneliti mengetahui hubungan antara pikiran dan usus dapat mengubah kecemasan dan depresi menjadi mual, sakit kepala, ketegangan otot, dan tremor.

Sebuah studi di Inggris tahun 2018 mengaitkan penggunaan media sosial dengan berkurangnya, terganggunya, dan tertundanya tidur, yang dikaitkan dengan depresi, kehilangan ingatan, dan prestasi akademis yang buruk. Penggunaan media sosial dapat memengaruhi kesehatan fisik pengguna secara lebih langsung.

Melansir UC Davis Health, penggunaan media sosial dapat meningkatkan perasaan cemas dan depresi. Sifat adiktif media sosial mengaktifkan pusar otak dengan melepaskan dopamine. Inilah zat yang membuat kita senang dengan aktivitas bermain media sosial.

Saat kita mengunggah sesuatu, teman dan keluarga kita dapat "menyukainya". Itulah yang memberi kita dorongan dopamin. Namun, saat kita tidak mendapatkan respon “suka” itu, hal itu dapat memengaruhi rasa percaya diri dan kecukupan kita.

Media sosial juga sering disebut "highlight reel," yaitu menampilkan bagian-bagian terbaik dari kehidupan pengguna. Namun, memiliki akses ke highlight reel milik orang lain dapat meningkatkan perasaan tidak puas kita terhadap kehidupan sehari-hari kita sendiri.

Kondisi ini juga dapat memengaruhi harga diri dan membuat kita tak cukup dengan kondisi yang sedang kita miliki. FOMO juga dapat memaksa pengguna untuk terus-menerus memeriksa media sosial agar mereka tidak ketinggalan informasi terkini.

Media sosial akan terus ada dan akan terus berkembang serta menjadi lebih invasif. Jika Anda menghabiskan banyak waktu di media sosial dan merasa sedih, tidak puas, frustrasi, atau kesepian, mungkin sudah saatnya untuk memeriksa kembali hubungan Anda dengan kehadiran daring Anda.

Cara aman menggunakan media sosial

Cara terbaik untuk meningkatkan hubungan Anda dengan media sosial dan membantu mengurangi dampak negatifnya adalah dengan mengurangi waktu penggunaan screen time media sosial Anda. Berikut tips-tips yang bisa Anda lakukan:

1. Tetapkan batas waktu pada aplikasi media sosial dalam pengaturan ponsel Anda

2. Tetapkan jam tertentu untuk penggunaan media sosial

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore