Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 November 2024 | 19.35 WIB

Mengenal Sadfishing, Tren Menjual Kesedihan di Media Sosial Demi Menarik Perhatian, Benarkah?

ilustrasi seseorang yang sedang melakukan sadfishing./Freepik. - Image

ilustrasi seseorang yang sedang melakukan sadfishing./Freepik.

JawaPos.com – Media sosial sudah menjadi bagian dari hidup para remaja saat ini.

Semakin berkembngnya media sosial pada masa sekarang yang tak hanya sebagai alat komunikasi dan menyebarkan informasi, kini marak tersebarnya konten yang sulit dibedakan antara keaslian dan kepalsuannya.

Tren tersebut cukup mengkhawatirkan karena memberi kesan ambiguitas pada pribadi yang ikut serta meramaikan tren tersebut.

Salah satu tren yang mengkhawatirkan bagi kalangan remaja yakni tren sadfishing yang mulai marak sejak tahun 2019.

Dilansir dari Parents pada 3/11 menurut penelitian dalam ‘Journal of American College Health’ sadfishing tersebut merujuk pada tindakan melebih-lebihkan keadaan emosi mereka secara daring untuk menarik simpato.

Tindakan tersebut bisa berupa unggahan foto sedih, kutipan menyeramkan atau postingan serupa lainnya.

Tidak ada salahnya menggunggah sesuatu yang rentan secara emosional di media sosial.

Namun, dengan mengunggah secara berlebihan itulah yang menjadi pertanda seseorang mengalami masalah kesehatan mental.

Asal mula kemunculan sadfishing ini dari postingan Kendall Jenner yang menggambarkan perjuangannya melawan jerawat sehingga mendapatkan banyak simpatik dari followersnya.

Usut punya usut, ternyata unggahan tersebut hanyalah skema pemasaran untuk kemitraan perawatan kulitnya agar kerja samanya memperoleh trafik pemasaran tinggi.

Akibat dari kejadian tersebut, Reid melabeli tindakan tersebut sebagai sadfishing.

Sadfishing juga rentam terjadi di kalangan remaja perihal keinginannya memberitahukan orang lain atas apa yang sedang diperjuangkan.

Dalam kasus ini, mereka cenderung merasa tidak memiliki seseorang untuk berbagi ceritanya sehingga lebih nyaman untuk membagikannya melalui sosial media.

Remaja yang kerap melakukan sadfishing dinilai renatn menunjukkan tenda-tanda kecemasan dan depresi akibat kurangnya dukungan sosial.

Bahkan menurut penelitian menunjukkan bahwa anak laki-laki cenderung melakukan sadfishing ketimbang anak Perempuan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore