Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Oktober 2024 | 17.41 WIB

Cek! 8 Kebiasaan yang Menjadi Penyebab Kamu Susah Fokus di Tempat Kerja, Menurut Psikologi

Kebiasaan penyebab seseorang susah fokus di tempat kerja menurut Psikologi. (Freepik/ freepik) - Image

Kebiasaan penyebab seseorang susah fokus di tempat kerja menurut Psikologi. (Freepik/ freepik)

JawaPos.com – Di tengah tuntutan pekerjaan yang semakin tinggi, banyak orang sering merasa sulit untuk mempertahankan fokus di tempat kerja. Tanpa disadari, kebiasaan kecil yang tampak sepele bisa menjadi penyebab utama hilangnya konsentrasi dan produktivitas.

Menurut Psikologi, beberapa kebiasaan ini bahkan dapat memengaruhi cara otak bekerja dan memperlambat kemampuan kita dalam menyelesaikan tugas. Dengan memahami dan menyadari apa saja kebiasaan tersebut, kita dapat mulai mencari solusi yang tepat untuk meningkatkan fokus serta kinerja di kantor.

Dikutip dari Hack Spirit pada Rabu (30/10), diterangkan bahwa terdapat delapan kebiasaan penyebab seseorang susah fokus di tempat kerja menurut Psikologi.

  1. Jebakan multitasking yang menipu

Kita sering terjebak dalam ilusi produktivitas saat mengerjakan banyak hal sekaligus. Namun kenyataannya, otak manusia tidak dirancang untuk multitasking yang efektif. Penelitian menunjukkan bahwa beralih terus-menerus antar tugas dapat menurunkan produktivitas hingga 40%.

Ini ibarat berada di ruangan penuh orang yang berbicara bersamaan - kamu tak bisa sepenuhnya terlibat dalam satu percakapan karena perhatianmu terpecah. Jika kamu mendapati diri melompat dari satu tugas ke tugas lain tanpa menyelesaikan apapun, mungkin inilah kebiasaan licik yang menggerogoti fokusmu.

  1. Tenggelam dalam distraksi digital

Di era digital ini, gawai kita terus-menerus berbunyi dan bergetar meminta perhatian. Bayangkan satu hari kerja tipikal dengan email terbuka di satu layar, media sosial di layar lain, dan pekerjaan sebenarnya terjepit di antara keduanya. Setiap notifikasi dan pop-up menarik perhatian dari tugas utama.

Tanpa disadari, berjam-jam berlalu tanpa pencapaian berarti. Gangguan digital ini bisa jadi biang keladi utama pembunuh produktivitas dan fokus. Jika kamu terus-menerus mengecek email atau media sosial, atau selalu siap menerima setiap panggilan dan pesan, saatnya mengevaluasi ulang kebiasaan ini.

  1. Mengabaikan kebijaksanaan istirahat

Einstein terkenal dengan kebiasaan jalan-jalan panjang dan tidur siangnya, menggunakannya untuk mengisi ulang energi dan kembali bekerja dengan pikiran segar. Banyak orang keliru berpikir bahwa bekerja tanpa henti akan membuat mereka lebih unggul.

Mereka mengabaikan kelelahan, melewatkan makan siang, dan memaksakan diri melewati periode lesu siang hari. Namun kenyataannya, hal ini hanya menguras fokus dan membuat mereka kehabisan tenaga. Jika kamu mendorong diri bekerja tanpa jeda dengan keyakinan itu akan membuatmu lebih produktif, sudah waktunya bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras.

  1. Mengabaikan kesehatan fisik

Studi menunjukkan bahwa aktivitas fisik rutin meningkatkan fungsi otak dan kemampuan berkonsentrasi. Sebaliknya, gaya hidup menetap dapat menurunkan produktivitas dan fokus. Banyak yang berpikir berolahraga hanya membuang waktu yang bisa digunakan untuk mengejar daftar tugas.

Namun kenyataannya, di hari-hari ketika seseorang meluangkan waktu untuk aktivitas fisik, fokusnya lebih tajam dan lebih banyak yang bisa diselesaikan. Jika kamu mengabaikan kesehatan fisik dan duduk di meja seharian tanpa olahraga, ini bisa jadi salah satu kebiasaan yang mempengaruhi kemampuanmu tetap fokus saat bekerja.

  1. Tersesat dalam kekacauan

Ruang kerja berantakan adalah pembunuh produktivitas. Ketika meja dipenuhi tumpukan kertas, mug kopi, dan pernak-pernik acak, sulit untuk menjaga pikiran tetap teratur. Beberapa orang berpikir meja yang kacau adalah tanda kreativitas.

Namun seiring tumpukan kertas bertambah tinggi dan produktivitas menurun, mereka menyadari sesuatu harus berubah. Saat kekacauan fisik berkurang, kekacauan mental pun ikut menghilang. Orang bisa lebih fokus, berpikir lebih jernih, dan bekerja lebih efisien. Pada akhirnya, ruang yang rapi sama dengan pikiran yang jernih.

  1. Melewatkan sarapan

Mencoba mengemudi mobil tanpa bahan bakar adalah hal yang mustahil. Prinsip yang sama berlaku untuk tubuh kita. Tanpa bahan bakar yang tepat, tubuh tak akan berfungsi optimal.

Banyak orang terburu-buru berangkat hanya dengan secangkir kopi di tangan, lalu heran mengapa menjelang siang fokus mereka goyah dan sulit berkonsentrasi. Faktanya, sarapan adalah makanan terpenting dalam sehari.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore