Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Oktober 2024 | 21.47 WIB

Kenali Gejala dan Penyebab Gondongan yang Tidak Disadari Banyak Orang, Cegah Munculnya Penyakit Ini

ilustrasi gondongan. (Freepik) - Image

ilustrasi gondongan. (Freepik)

JawaPos.com - Gondongan adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus gondongan dan termasuk dalam kelompok paramyxovirus. Penyakit ini biasanya dimulai dengan gejala ringan seperti sakit kepala, demam, dan kelelahan, namun kemudian bisa memicu pembengkakan serius pada kelenjar ludah yang mennyebabkan pipi dan rahang bengkak serta nyeri.

Dulunya, gondongan merupakan penyakit yang umum pada anak-anak. Setelah vaksin gondongan diperkenalkan pada tahun 1967, jumlah kasusnya menurun drastis. Namun, penyati ini masih bisa terjadi, terutama orang yang punya kontak dekat dengan waktu lama, seperti di lingkungan sekolah.

Kamu dapat melindungi anakmu dengan memberikan vaksin campak-gondongan-rubela (MMR). Meskipun gondongan biasanya bersifat ringan, komplikasi serius tetap bisa terjadi. Dilansir dari my.clevelandclinic.org, berikut ini gejala, penyebab hingga pencegahan penyakit gondongan.

Gejala Gondongan

Gejala awal gondongan umumnya ringan, dan banyak orang tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi. Gejala ini juga tidak muncul secara langsung, dengan masa inkubasi antara tujuh hingga 25 hari.

Gejala ringan gondongan dapat mencakup:

- Demam

- Sakit kepala

- Nyeri otot

- Kelelahan

- Kehilangan selera makan

Beberapa hari kemudian, pembengkakan menyakitkan pada kelenjar parotis bisa terjadi. Kelenjar ini terletak antara telinga dan rahang, dan pembengkakan yang disebut parotitis bisa muncul di satu atau kedua sisi wajah, memberi tampilan seperti pipi tupai.

Parotitis terjadi pada lebih dari 70% kasus gondongan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa banyak virus dan bakteri lain juga dapat menyebabkan parotitis, sehingga tidak selalu berarti infeksi oleh virus gondongan.

Dalam kasus yang jarang terjadi, gondongan dapat mempengaruhi organ tubuh seperti otak, pankreas, testis, atau ovarium. Kondisi ini biasanya lebih sering terjadi pada remaja dan orang dewasa. Segera hubungi penyedia layanan kesehatan jika anakmu mengalami gejala berat berikut:

- Demam tinggi

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore