
Ilustrasi keringat berlebih yang dapat memicu munculnya jerawat
JawaPos.com - Keringat sering kali dianggap sebagai salah satu penyebab utama munculnya jerawat, terutama setelah beraktivitas fisik atau saat cuaca panas.
Namun, apakah benar keringat sepenuhnya bertanggung jawab atas masalah kulit ini? Atau ada faktor lain yang sebenarnya lebih memengaruhi munculnya jerawat?
Dalam artikel ini, kita akan mengungkap fakta menarik tentang bagaimana keringat memengaruhi kondisi kulit, serta langkah-langkah yang bisa diambil untuk menjaga kulit tetap sehat meski sering berkeringat.
Dilansir dari laman Medical News Today pada Selasa (22/10), berdasarkan sebuah tinjauan pada tahun 2023, keringat berlebih memang dapat menyebabkan atau memperburuk jerawat. Ketika kita berkeringat, keringat menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan bakteri.
Bakteri ini sebenarnya adalah penyebab bau badan, tetapi jika jenis bakteri yang menyebabkan jerawat juga tumbuh dalam jumlah besar, jerawat pun bisa muncul lebih banyak.
Selain itu, keringat yang bercampur dengan sel kulit mati dan kotoran lainnya bisa menyumbat pori-pori, yang pada akhirnya berujung pada timbulnya jerawat.
Ada juga faktor lain yang berperan dalam jerawat yang disebabkan oleh keringat, yaitu zat bernama dermcidin. Zat ini diproduksi oleh kelenjar keringat dan minyak di kulit, dan berfungsi untuk melawan bakteri penyebab jerawat.
Namun, jika produksi dermcidin terganggu akibat keringat berlebih, bakteri penyebab jerawat bisa berkembang lebih banyak, dan bahka dapat memperburuk kondisi kulit.
Jerawat yang disebabkan oleh keringat umumnya terlihat mirip dengan jerawat lainnya, yaitu berupa benjolan di bawah permukaan kulit dengan pusat putih di tengahnya.
Jerawat ini bisa muncul di bagian tubuh mana saja, tetapi biasanya lebih banyak di area yang sering berkeringat, seperti dada atau punggung.
Selain itu, jerawat ini juga bisa timbul di area di mana pakaian ketat yang basah oleh keringat menempel pada kulit, misalnya tali bra di bahu atau ikat kepala di dahi.
Meskipun ada anggapan bahwa berkeringat dapat membantu membersihkan pori-pori yang tersumbat, sebenarnya tidak ada bukti ilmiah yang dqpat mendukung hal tersebut.
Banyak orang percaya bahwa berkeringat dapat memaksa minyak dan kotoran keluar dari pori-pori, tetapi penelitian belum menemukan bahwa hal ini dapat terjadi. Justru, keringat sebenarnya dapat berkontribusi pada penyumbatan pori-pori itu sendiri.
Ada pula anggapan bahwa berkeringat dapat membantu mengeluarkan racun dan limbah dari tubuh, yang diyakini bisa mengurangi jerawat.
Namun, meskipun keringat memang berperan dalam mengeluarkan limbah atau racun yang ada di dalam tubuh, perannya sangat kecil jika dibandingkan dengan organ seperti ginjal. Lagi pula, racun yang dikeluarkan tubuh melalui pori-pori cenderung tidak menyebabkan jerawat.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
