
Ilustrasi konflik yang sering terjadi di tempat kerja berdasarkan apakah konflik tersebut merupakan konflik pribadi atau konflik generasi.
JawaPos.com - Saat ini, tempat kerja menjadi tempat meleburnya empat generasi yang masing-masing datang dengan nilai dan preferensi komunikasi yang berbeda. Ada generasi z yang dikenal menggunakan frasa gaul sementara rekan kerja yang lebih tua hanya menggaruk kepala karena bingung.
Generasi x yang sebagian masih percaya bahwa awan hanyalah benda halus yang mengambang di langit. Lalu ada generasi baby boomer dan milenial yang dikenal sering memutar mata mereka satu sama lain ketika berdebat tentang apa arti keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan.
Dengan semua generasi dan nilai yang berbeda tersebut, tidak mengherankan kalau persilisah kerap terjadi di tempat kerja. Ketika rekan kerja yang lebih muda atau lebih tua membuat frustasi, mudah sekali menyalahkan fakta bahwa mereka tidak memahami karena perbedaan generasi.
Tentu hal itu dapat terjadi. Namun, seringkali bisa jadi bukan karena generasi, tetapi karena perbedaan kepribadian. Misalnya seorang ISTJ yang cenderung bekerja keras, tekun dan taat aturan tidak akan sesuai dengan ENFP yang lebih fleksibel dalam manajemen waktu.
Setiap orang dari setiap kepribadian memiliki salah satu dari 16 tipe kepribadian yang tidak ada hubungannya dengan era tempat mereka dilahirkan. Bentrokan yang terjadi bisa karena generasi, kepribadian, atau bahkan hanya karena perbedaan merespon masalah di kantor.
Dilansir dari True You Journal, berikut ini adalah konflik yang sering terjadi di tempat kerja berdasarkan apakah konflik tersebut merupakan konflik pribadi atau konflik generasi.
1. Keterbukaan kesehatan mental: bentrokan antar generasi
Kondisi kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi dapat memengaruhi siapa saja dari generasi manapun. Perbedaannya terdapat pada kemauan setiap generasi untuk membahas masalah kesehatan mental dan mencari dukungan.
Seperti yang ditemukan dalam sebuah studi internasional, Generasi Baby Boomer cenderung memandang pembicaraan tentang kesehatan mental sebagai sesuatu yang "tabu". Mereka tidak dibesarkan dengan berbicara secara terbuka tentang emosi dan pikiran mereka.
Di sisi lain, generasi muda jauh lebih melek kesehatan mental. Lebih dari separuh Gen Z merasa mereka dapat mengidentifikasi masalah mental pada dirinya sendiri atau orang lain, sedangkan hanya sepertiga Baby Boomer yang mengatakan hal yang sama.
Hal ini menunjukkan, jika rekan kerja kalian yang lebih tua menutup mulutnya setiap kali kamu mencoba melakukan percakapan yang lebih mendalam tentang siapa kalian atau mereka sebenarnya, mungkin itu masalah generasi.
2. Gaya kerja yang berbeda: bentrokan kepribadian
Ada rekan kerja yang suka berpindah dari satu ide ke ide lainnya, sedangkan kalian mungkin lebih suka mengambil pendekatan yang metodis dan bertahap. Mereka tidak suka daftar tugas, tapi mungkin kalian hidup dengan daftar tugas. Gaya kerja yang sangat berbeda dapat menyebabkan ketegangan.
Ini bukan masalah generasi; tapi ini masalah kepribadian. Ada sebagian pekerja yang merasa bersemangat dan termotivasi saat mereka bebas berkreasi dan bereksperimen. Bagi yang lain, pendekatan itu bisa membuat mereka kewalahan dan panik.
Jika ini terdengar seperti hubungan antara kalian dan rekan kerja, kalian biasa mengikuti mengikuti tes MBTI 16 Jenis. Ini adalah salah satu cara terbaik untuk memahami cara kalian dan rekan kerja bekerja. Dengan begitu, kamu dapat mencapai kompromi yang sehat yang membantu pekerjaan.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
