
Ilustrasi sedang men-scrolling media sosial. (Pexels)
JawaPos.com - Kemudahan mengakses internet bagi setiap orang membuat siapapun bisa mengaksesnya, termasuk untuk menggunakan sosial media. Tidak hanya orang dewasa, saat ini pengguna sosial media juga menargetkan anak-anak sebagai pengguna.
Sehingga, tanpa disadari mereka yang masih dibawah umur terkadang bisa mengakses bahkan memiliki akun pribadi. Hiburan seperti foto dan video di media sosial terkadang membuat orang nyaman hingga lupa waktu.
Selain itu, media sosial juga membuat orang terkena masalah kesehatan mental karena kecanduan. Hal ini dikarenakan media sosial merupakan platform yang menciptakan peluang bagi orang-orang berpikiran sama dalam satu komunitas yang berbeda untuk berinteraksi.
Menurut penelitian BMC Psychiatry bahwa menggunakan sosial media terlalu sering dapat mengaktifkan sistem penghargaan otak yang hampir mirip dengan ketika sedang melakukan perjudian.
Hal ini bisa didapatkan ketika seseorang menerima like dan komentar yang membuat suasana hati menjadi senang sehingga mendorong seseorang untuk terus memposting konten yang mereka buat.
Beberapa orang juga akan melakukan scrolling secara terus menerus untuk memperoleh kesenangan dan menghilangkan perasaan sedih. Namun, kebiasaan men-scrolling akan berdampak buruk jika dilakukan terlalu sering, terutama menjelang malam hari saat akan tidur.
Hal ini tidak hanya mengganggu kesehatan secara fisik, tetapi juga kesehatan mental. Lalu, apa saja dampak negatif sosial media bagi kesehatan mental?
Cyber bullying
Menggunakan media sosial media secara terus-menerus berisiko terkena cyber bullying atau perundungan menggunakan teknologi digital. Pengguna sosial media yang tak terbatas membuat platform ini tidak bisa mengontrol tindakan atau perilaku seseorang di sosial media.
Perundungan atau cyber bullying bisa terjadi pada siapa saja dan kapan pun, tidak terkecuali pengguna sosial media.
Melansir laman UNICEF Indonesia, dampak dari cyber bullying dapat mempengaruhi korban, baik secara emosional, mental dan fisik.
Secara mental, korban cyber bullying akan selalu merasa kesal, bodoh hingga larut dalam rasa marah. Sedangkan secara emosional, korban dari cyber bullying biasanya merasa malu bahkan hilang minat terhadap kesukaan atau hobi mereka.
Tidak hanya korban, baik pelaku hingga orang yang menyaksikan cyber bullying juga akan merasakan dampak negatif. Umumnya mereka akan menunjukkan ciri-ciri depresi, memiliki masalah kepercayaan dengan orang lain, selalu curiga, mudah marah, dan sulit fokus atau hilang motivasi.
Gangguan kecemasan
Pengguna sosial media juga mudah terkena gangguan kecemasan, hal ini biasanya disebabkan oleh tekanan dari postingan atau cerita yang mereka lihat di media sosial.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
