
Perilaku halus yang menunjukkan bahwa seseorang sedang sangat stres tapi mereka piawai menyembunyikan menurut Psikologi.
JawaPos.com – Menurut Psikologi, tidak semua orang yang mengalami stres terlihat jelas mengalami tekanan. Beberapa orang sangat pandai menyembunyikan kondisi ini, mereka dengan menunjukkan perilaku yang tampak biasa di permukaan.
Namun, di balik sikap tenang itu, ada tanda-tanda halus yang mengungkapkan bahwa mereka sebenarnya sedang mengalami stres berat. Perilaku menyembunyikan tekanan mental ini sering kali menjadi mekanisme pertahanan diri untuk menjaga citra dan stabilitas emosional.
Dinukil dari Hack Spirit pada Kamis (10/10), dijelaskan bahwa ada delapan perilaku halus yang menunjukkan bahwa seseorang sedang sangat stres tapi mereka piawai menyembunyikan kondisi tersebut menurut Psikologi.
1. Kompensasi berlebihan
Banyak orang yang sangat stres akan mencoba menutupi hal tersebut dengan menutupinya dengan melakukan kompensasi yang berlebihan dalam berbagai aspek kehidupan.
Mereka mungkin akan mengambil tugas tambahan di tempat kerja, sukarela untuk setiap acara sosial, atau selalu terlihat sibuk. Perilaku ini muncul dari keinginan untuk membuktikan bahwa mereka dapat menangani segalanya dengan sempurna, meskipun sebenarnya mereka merasa kewalahan.
Namun, jika diamati dengan seksama, tanda-tanda kompensasi yang berlebihan dapat terlihat, seperti jadwal yang padat, kesibukan yang terus-menerus, dan ketidakmampuan untuk menolak. Ini dapat menjadi tanda bahwa seseorang sedang menyembunyikan stres yang mereka alami.
2. Pelupa yang tidak biasa
Ketika seseorang sedang mengalami stres yang luar biasa, hal ini dapat mempengaruhi daya ingat mereka. Mereka mungkin akan sering melupakan hal-hal kecil, seperti meletakkan kunci mobil atau melupakan untuk membalas email penting.
Ini bukan hanya terjadi sekali-kali, tetapi menjadi suatu pola yang tidak biasa bagi mereka. Pelupa yang tidak biasa ini dapat menjadi tanda adanya stres yang sedang dialami oleh seseorang, meskipun mereka mencoba untuk menyembunyikannya.
3. Perubahan kebiasaan makan
Stres dapat mempengaruhi kebiasaan makan seseorang. Beberapa orang mungkin akan lebih sering mencari makanan kenyamanan, sementara yang lain mungkin akan kehilangan selera makan.
Hal ini terkait dengan bagaimana tubuh kita merespons stres. Kelenjar adrenal akan mengeluarkan kortisol, hormon yang dapat meningkatkan selera makan. Di sisi lain, stres yang berkepanjangan dapat mengganggu sistem pencernaan, sehingga menyebabkan hilangnya selera makan.
Jika kamu perhatikan seseorang yang biasanya makan dengan normal, tiba-tiba terlihat makan lebih banyak atau lebih sedikit, ini dapat menjadi tanda bahwa mereka sedang mengalami stres yang tersembunyi.
4. Gangguan tidur

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
