
Ilustrasi orang yang sangat kesepian. (Pexels)
JawaPos.com – Kesepian adalah hal yang menyakitkan, tetapi itu hal yang wajar dalam kehidupan manusia. Pada saat seseorang mengalami kesepian, mereka mungkin merasa tidak memiliki siapapun untuk diandalkan atau dihubungi.
Namun, merasa kesepian tidak selalu berarti seseorang benar-benar sendirian. Anda mungkin merasa kesepian bahkan saat dikelilingi banyak orang. Ciri-ciri orang yang kesepian tidak selalu terlihat jelas, tetapi ada beberapa hal yang menonjol ketika Anda memperhatikan.
Dilansir dari yourtango.com, sama seperti semua emosi dan kondisi pikiran, kesepian bukanlah hal yang permanen. Meskipun tidak permanen, kesepian seringkali terasa sangat berat, dan seperti sesuatu yang tidak dapat Anda hindari.
Berikut delapan ciri-ciri orang yang merasa sangat kesepian:
1. Berjuang dengan kerentanan
Psikolog Guy Winch menggambarkan kesepian sebagai sesuatu yang kita semua rasakan, tidak peduli dari mana kita berasal atau bagaimana kita hidup. Kesepian seperti bagian rumit dari menjadi manusia yang tidak mudah dipahami.
Menurut Winch, cara menghilangkan kesepian adalah dengan terhubung dengan orang lain pada tingkat emosional. Namun, menjalin hubungan dengan orang lain seringkali lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.
Kesepian akan dialami seseorang karena merasa terlalu terisolasi untuk berkomunikasi dengan siapapun, sehingga mereka tetap berada dalam kesendirian mereka.
Orang yang sangat kesepian seringkali berusaha untuk tidak terlihat rentan, karena mereka sangat takut disakiti. Mereka khawatir jika terlalu terbuka, orang lain akan menganggap mereka aneh atau menyedihkan.
Orang yang kesepian cenderung menyembunyikan emosi mereka, yang membuat hubungan sulit dipertahankan. Terlihat rentan bukanlah hal mudah, tetapi menunjukkan jati diri kita sebenarnya, dapat membuat kita tidak merasa kesepian.
2. Terlalu menganalisis interaksi sosial
Ketika orang yang sangat kesepian melihat diri mereka dalam situasi sosial, mereka sering meragukan diri mereka sendiri dan menahan diri untuk menunjukkan siapa mereka sebenarnya.
Mereka seolah-olah berdiri di balik kaca, menyaksikan diri mereka berinteraksi dengan orang lain. Dalam pergaulan, mereka terlalu banyak berpikir tentang apa yang mereka katakana dan bagaimana mereka mengatakannya.
Mereka cenderung mengkritik diri mereka sendiri atas tindakannya sendiri. Pemikiran negatif dan terus berulang-ulang ini termasuk dalam kategori merenung.
Menurut artikel jurnal Innovations in Clinical Neuroscience, merenung adalah cara menanggapi tekanan yang terfokus pada perhatian secara berulang dan kemungkinan penyebab dan akibatnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
