
Kepribadian yang dimiliki orang yang lebih suka baca buku dari pada bermain media sosial menurut Psikologi. (Pexels/ Tima Miroshnichenko)
JawaPos.com – Menurut Psikologi, orang yang lebih suka membaca buku dibandingkan bermain media sosial cenderung memiliki kepribadian yang berbeda dari kebanyakan orang. Mereka biasanya menunjukkan sifat yang mendalam dan reflektif, serta memiliki kebiasaan berpikir secara kritis dan analitis.
Psikologi juga mengungkapkan bahwa kebiasaan membaca buku dari pada menjelajah media sosial memungkinkan mereka mengembangkan empati yang lebih tinggi karena terbiasa menyelami berbagai perspektif.
Orang-orang ini biasanya lebih fokus dan sabar, karena membaca buku membutuhkan konsentrasi yang lebih besar dibandingkan konsumsi cepat konten di media sosial.
Dinukil dari Hack Spirit pada Selasa (8/10), dijelaskan bahwa terdapat sepuluh ciri kepribadian yang dimiliki orang yang lebih suka baca buku dari pada bermain media sosial menurut Psikologi.
Baca Juga: Tingkatkan Konsentrasi dan Fokus dengan Membaca Buku di Pagi Hari, Simak 5 Manfaat Lainnya!
Pecinta buku cenderung menjadi pemikir yang mendalam. Mereka tidak hanya menyerap informasi secara pasif, tapi aktif menganalisis dan merenungkan apa yang mereka baca.
Kebiasaan membaca buku membuat mereka terbiasa menyelami berbagai ide dan perspektif baru. Hal ini membentuk pola pikir yang lebih kritis dan reflektif dibandingkan pengguna media sosial pada umumnya.
Orang yang lebih suka membaca buku biasanya memiliki tingkat kesabaran yang lebih tinggi. Mereka mampu fokus dan tenggelam dalam sebuah cerita panjang tanpa tergoda untuk beralih ke hal lain.
Kesabaran ini terbentuk karena terbiasa mengikuti alur narasi yang berkembang perlahan dalam buku. Sifat sabar ini seringkali tercermin pula dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan sehari-hari.
Kegiatan membaca buku secara rutin dapat membantu meningkatkan daya ingat. Saat membaca, otak dilatih untuk mengingat berbagai detail cerita, karakter, dan alur plot yang kompleks.
Kemampuan mengingat ini sering kali lebih baik dibandingkan orang yang lebih banyak mengonsumsi konten singkat di media sosial. Meski demikian, perlu diingat bahwa setiap individu memiliki kapasitas memori yang berbeda-beda.
Para pembaca buku umumnya memiliki tingkat empati yang lebih tinggi. Mereka terbiasa menempatkan diri dalam perspektif berbagai karakter yang diceritakan dalam buku.
Kebiasaan ini membuat mereka lebih mudah memahami sudut pandang dan perasaan orang lain di dunia nyata. Empati yang terbentuk dari membaca dapat membantu dalam menjalin hubungan sosial yang lebih baik.
Membaca buku secara teratur dapat memperkaya perbendaharaan kata seseorang. Mereka terpapar pada berbagai kata dan ungkapan baru dari beragam penulis dan genre.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
