
Ilustrasi seseorang yang terkena dampak perilaku manipulatif. (Freepik/ storyset)
JawaPos.com – Salah satu hal yang ironis dalam hidup adalah bertemu dengan teman atau pasangan yang manipulatif. Masalahnya, seseorang yang manipulatif itu berupaya mengendalikan orang lain mulai dari tindakan hingga cara berpikir mandiri.
Ironisnya, taktik ini tidak hanya memengaruhi hubungan kita dengannya, tetapi juga hubungan kita dengan orang lain dan kesehatan mental kita. Oleh sebab itu perlu ada batasan tegas dalam berhubungan dengan orang manipulatif sebagai cara menghadang ia masuk ke dalam kehidupan kita secara mendalam.
Manipulasi adalah menekan orang lain, kadang melalui cara yang licik untuk mendapatkan apa yang diinginkan, dikutip dari webmd.com, pada Selasa, (8/10).
Para pelaku manipulasi melakukan hal itu untuk memegang kendali, termasuk kendali atas hidup orang lain. Mereka sangat piawai membaca emosi orang lain sebagai cara memahami kelemahan orang lain dan mengendalikannya.
Motif ujung dari manipulasi adalah kekuasaan baik personal, profesional, maupun politik. Kekerasan seperti kerap terjadi pada semua jenis hubungan mulai percintaan, pekerjaan dan perpolitikan baik antarelite maupun elite dengan masyarakat.
Kekerasan tindak manipulatif memiliki trik umum yang digunakan dalam hubungan dengan orang lain agar tunduk dan menyerah kepada manipulator, berikut contoh trik manipulatif tersebut, dilansir dari webmd.com, pada Senin, (7/10):
Menumbuhkan Rasa Bersalah
Manipulator berdaya membelokkan situasi apa pun untuk membuat diri mereka menjadi korban. Selain itu, manipulator akan mengingatkan orang yang pernah dibantunya untuk menciptakan relasi hutang budi.
Keraguan pada Diri Sendiri
Manipulator kerap memberitahukan kita bahwa kita tidak dapat melakukan sesuatu atau tidak mengerti tentang sesuatu agar kita meragukan diri kita sendiri. Dengan cara itu, manipulator dapat membuat kita berhenti melakukan sesuatu.
Mengeluh
Marah di hadapan umum adalah cara untuk mendesak orang lain melakukan apa yang diinginkan. Pertaruhan para manipulator adalah kita ingin mengakhiri konflik, terutama jika mereka membuat keributan.
Membandingkan dengan Orang Lain
Manipulator kerap membandingkan kita dengan orang lain. Dengan menunjukkan apa yang telah dicapai oleh orang lain, seorang manipulator benar-benar menunjukkan kekurangan kita. Ini adalah cara untuk membuat motivasi kita anjlok, meskipun manipulator mengklaim bahwa ia mencoba memotivasi kita.
Memikat Kita

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
