Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 Oktober 2024 | 22.23 WIB

8 Cara Mengatasi Jerawat karena Stres secara Medis yang Benar, Ketahui juga Pencegahannya

Ilustrasi perempuan yang wajahnya berjerawat. - Image

Ilustrasi perempuan yang wajahnya berjerawat.

JawaPos.com - Jerawat merupakan masalah kulit yang terjadi akibat penyumbatan folikel rambut di bawah permukaan kulit. Ketika pori-pori terhalang oleh sebum dan sel-sel kulit mati, jerawat bisa muncul di wajah, punggung, dada, bahkan bahu.

Penelitian lebih lanjut diperlukan guna memahami dengan lebih jelas bagaimana stres dan jerawat saling memengaruhi, tetapi umumnya diyakini bahwa keduanya memiliki hubungan timbal balik.

Stres bisa memperburuk kondisi jerawat, dan keberadaan jerawat juga dapat menimbulkan stres emosional. Stres dapat meningkatkan produksi hormon androgen dalam tubuh.

Hormon-hormon androgen mampu merangsang kelenjar minyak dan folikel rambut yang pada gilirannya dapat memicu jerawat. Selain itu, stres juga dapat meningkatkan kadar hormon kortisol yang bisa memperparah jerawat.

Orang yang mengalami stres seringkali mengalami gangguan dalam rutinitas gaya hidup mereka, seperti tidur, pola makan, dan olahraga. Meskipun tidak menjadi penyebab langsung jerawat, kebiasaan hidup yang kurang sehat dapat berdampak negatif pada kulit dan memperburuk jerawat.

Stres juga dapat menyebabkan pengelupasan kulit yang memperparah peradangan, memicu jaringan parut, atau mengakibatkan hiperpigmentasi. Melansir verywellhealth.com, berikut ini beberapa cara mengatasi dan mencegah jerawat karena stres yang benar.

1. Antibiotik

Dalam memperlambat pertumbuhan bakteri yang memicu jerawat, biasanya digunakan obat-obatan topikal yang ditujukan untuk aplikasi langsung pada area yang terkena.

Obat ini seringkali digabungkan dengan jenis pengobatan topikal lainnya guna meningkatkan efektivitasnya. Kombinasi ini, diharapkan mampu mengurangi jumlah bakteri di permukaan kulit sekaligus membantu mengatasi penyebab utama jerawat.

Pendekatan ini menjadi penting sebab pertumbuhan bakteri yang tidak terkontrol bisa memperburuk kondisi kulit, sehingga pengobatan yang komprehensif sangat dianjurkan.

2. Benzoil peroksida

Guna membunuh bakteri yang berkontribusi terhadap timbulnya jerawat dan mungkin juga mengurangi produksi sebum, biasanya memakai berbagai jenis pengobatan.

Obat-obatan ini dirancang khusus untuk menargetkan bakteri yang menyebabkan peradangan dan infeksi pada kulit. Selain itu, beberapa obat juga mempunyai efek tambahan dalam menurunkan jumlah sebum yang dihasilkan oleh kelenjar minyak.

Dengan mengurangi bakteri dan sebum secara bersamaan, diharapkan bisa memperbaiki kondisi kulit dan mencegah munculnya jerawat yang lebih parah. Pendekatan ini penting dalam pengelolaan jerawat, sebab kedua faktor tersebut seringkali saling terkait dan berkontribusi terhadap masalah kulit yang lebih kompleks.

3. Resorsinol

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore