
gen z dan millenial disebut akan rentan lebih miskin dari generasi sebelumnya karena fenomena
JawaPos.com – Fenomena ‘Doom Spending’ baru-baru ini ramai disorot bagi kaum millennial dan gen z.
Pasalnya ‘doom spending’ ini disebut berimbas pada kenaikan risiko kemiskinan bagi gen z dan millennial sehingga mereka akan lebih miskin daripada generasi sebelumnya.
Dilansir dari Psychology Today, ‘Doom Spending’ sederhananya diartikan sebagai kebiasaan boros dengan berbelanja dengan tujuan menghilangkan stress saat kondisi ekonomi sedang tidak stabil.
Doom spending ini seringkali dikaitkan juga dengan perilaku gen z dan millennial yang menjadikan belanja sebagai bentuk pengalihan rasa kecemasan terhadap finansial masa depan.
Kebanyakan dari gen z yang mempraktikkan perilaku tersebut memiliki stigma bahwa mereka hanya hidup sekali sehingga lebih memilih untuk menikmati hidup dengan kegiatan yang digemarinya salah satunya dengan berbelanja atau membeli experience yang membuat nyaman.
Mereka beranggapan bahwa selagi memiliki finansial yang memadai, akan lebih memilih untuk membeli experience yang memungkinkan mereka bisa menikmati hidup di masa sekarang dan terhindar dari stress daripada memikirkan keuangan tersebut dalam jangka Panjang.
Dengan makin mudahnya akses informasi, kerap kali gen z dan millennial akan terjebak pada perilaku fomo yang dimulai dari para influencer yang menampakkan kesuksesan dan kemegahan yang dimiliki.
Perilaku tersebut juga yang mendorong fenomena doom spending dimana mereka akan lebih memilih untuk menikmati kesenangan sesaat yang selalu mengharuskan mereka untuk berbelanja untuk mengikuti jejak kesenangan yang ditampilkan melalui media sosial.
Karena maraknya fenomena ini, gen z dan millennial diprediksi akan lebih miskin dari generasi sebelumnya.
Belum lagi dengan ketidakstabilan finansial yang dihadapi akan memicu pada meningkatnya minat pinjaman online bagi gen z atau millennial sebagai jalan pintas untuk menutup kekurangan finansialnya.
Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwasanya nilai pinjaman online telah mencapai lebih dari 20 triliun pada Agustus 2023 dengan presentase peminajm 60% dari kalangan gen z dan millennial.
Sisi buruk dari fenomena doom spending ini nyatanya tidak hanya berimbas pada kecemasan berlebih dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi tapi juga bisa jadi menyebabkan mereka terjerat hutang dengan nominal yang fantastis di masa depan.
Berikut beberapa kiat agar tidak terjebak pada perilaku doom spending.
1. Dengan menunda pembelian dan tidak gampang tergiur trend

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
