
Memencet jerawat bisa mempercepat pemulihan masalah kulit satu ini, mitos atau fakta? (sumber: freepik.com).
JawaPos.com — Kamu mungkin pernah merasa gemas dengan kedatangan jerawat yang tidak diundang menjelang momen-momen penting, ‘kan? Jerawat memang menjadi salah satu problem yang membuat siapapun jadi keki setengah mati.
Jerawat memang masalah yang umum dihadapi oleh pria dan wanita dari berbagai kelompok usia. Penyebab kemunculannya pun beragam. Mengutip laman Siloamhospitals, jerawat yang dapat dialami oleh siapa saja ini muncul ketika folikel rambut tertutup oleh sebum (minyak yang menjaga kulit agar tidak kering) atau sel kulit mati. Selain itu, menurut situs halodoc, faktor gaya hidup dan hormon juga turut memengaruhi kemunculan jerawat di wajah.
Namun, dengan kian pesatnya proses penyebaran informasi di era digital ini, kamu perlu waspada sebab sekarang mitos tentang jerawat pun semakin banyak yang beredar di masyarakat. Dan tak jarang pula mitos-mitos tersebut membuat orang-orang jadi sembarangan dalam menangani jerawat. Sehingga, bukannya sembuh, tapi jerawat malah tumbuh makin subur di wajah mereka.
Kamu tidak ingin, ‘kan, kalau wajahmu jadi rusak gara-gara percaya dengan mitos-mitos yang belum tentu benar? Yuk, simak 10 mitos tentang jerawat berikut ini agar kamu tidak salah kaprah lagi!
1. Jerawat Disebabkan karena Jatuh Cinta
Mengutip dari situs klikdokter, pernyataan yang paling umum muncul di masyarakat yang satu ini mitos. Faktanya, sebab kemunculan jerawat ini memang sering kali bersamaan dengan tumbuhnya kesadaran kita terhadap lawan jenis yang biasanya bertepatan dengan masa pubertas atau ketika terjadi perubahan hormonal pada tubuh, sehingga lebih tepat bila disebut kalau ‘jerawat disebabkan oleh perubahan kadar hormon di dalam tubuh’.
2. Jerawat Hanya Terjadi ketika Remaja
Mengutip situs klikdokter, pernyataan ini adalah mitos, sebab jerawat bisa terjadi pada semua golongan usia karena penyebab umumnya adalah tersumbatnya folikel rambut oleh minyak, sel kulit mati, atau kotoran. Pun, seperti yang telah disinggung di atas, gaya hidup serta hormon juga ikut memengaruhi kemunculan jerawat. Sehingga, mengutip situs siloamhospitals dan halodoc, tidak menutup kemungkinan bagi orang dewasa untuk mengalami masalah kulit ini terlebih jika mereka menerapkan gaya hidup tidak sehat. Sehingga untuk menurunkan risiko tersebut, sebaiknya ubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan meminimalkan konsumsi makanan berlemak dan berminyak.
3. Memencet Jerawat dapat Mempercepat Pemulihan
Mengutip situs siloamhospitals, informasi mengenai memencet jerawat dapat mempercepat proses pemulihan ini adalah mitos. Faktanya, kebiasaan memencet jerawat dengan tangan atau alat yang tidak steril justru bisa memperburuk peradangan serta berisiko menimbulkan bopeng di wajah.
Pada dasarnya, langkah yang tepat untuk mempercepat proses pemulihan jerawat adalah dengan mencuci wajah minimal dua kali sehari menggunakan pembersih wajah yang sesuai dengan kondisi kulit, mengeringkan wajah dengan handuk bersih, dan mengoleskan krim anti-jerawat secukupnya.
4. Kulit Kering Tidak Mungkin Berjerawat
Mengutip situs klikdokter, pernyataan mitos ini sering kali membuat orang-orang berkulit kering jadi lengah, padahal faktanya jerawat tetap bisa muncul pada kulit yang kering sekalipun bila kita tidak rutin membersihkan wajah dari kotoran, debu, ataupun sisa riasan.
5. Sering Cuci Muka Baik untuk Kulit Wajah
Mengutip situs halodoc dan siloamhospitals, pernyataan ini adalah mitos. Mencuci muka setelah beraktivitas dan memakai make up itu memang baik dan dapat membersihkan kulit wajah dari kotoran yang menjadi penyebab jerawat. Namun, jika terlalu sering bisa membuat kulit kehilangan kelembaban-nya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
