Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 September 2024 | 19.55 WIB

6 Dampak Psikologis Anak Laki-laki yang Tumbuh Tanpa Sosok Ayah, Luka Emosional Ini Perlu Disadari dan Ditangani

Ilustrasi anak laki-laki yang terlihat sedih dan depresi karena tumbuh tanpa sosok ayah. - Image

Ilustrasi anak laki-laki yang terlihat sedih dan depresi karena tumbuh tanpa sosok ayah.

JawaPos.com – Kehadiran seorang ayah dalam kehidupan seorang anak laki-laki dianggap sebagai pilar penting dalam pembentukan karakter dan perkembangan psikologisnya. Namun, bagaimana jika pilar tersebut absen?

Bagaimana dampaknya terhadap jiwa dan emosi seorang anak laki-laki yang tumbuh tanpa kehadiran sosok ayah? Absennya figur ayah, atau yang sering disebut dengan istilah ‘fatherless’, bukanlah hal yang bisa dianggap remeh.

Anak laki-laki yang tumbuh dalam kondisi ini berpotensi mengalami berbagai dampak psikologis yang dapat mempengaruhi kualitas hidupnya, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Psikologi telah lama mengkaji fenomena ini dan menemukan berbagai dampak yang signifikan. Penelitian menunjukkan bahwa anak laki-laki yang tumbuh tanpa ayah cenderung lebih rentan mengalami masalah perilaku hingga gangguan kesehatan mental.

Dilansir dari laman Fatherless Boys Foundation, Jumat (20/9), berikut adalah enam dampak psikologis utama yang mungkin dialami oleh anak laki-laki yang tumbuh tanpa sosok ayah. Simak apa saja!

1. Agresivitas yang Meningkat

Tanpa figur ayah yang memberikan contoh pengendalian emosi dan resolusi konflik yang sehat, anak laki-laki cenderung lebih mudah terjebak dalam perilaku agresif. Mereka mungkin kesulitan mengelola frustrasi dan kemarahan, sehingga lebih rentan terlibat dalam perkelahian atau tindakan kekerasan lainnya.

2. Rentan Menderita Depresi yang Menghantui

Kehilangan sosok ayah dapat menciptakan perasaan hampa dan kesedihan yang mendalam, terutama di masa-masa krusial pembentukan identitas.

Hal ini dapat memicu perasaan tidak berharga, putus asa, dan kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya mereka nikmati. Jika tidak ditangani, perasaan ini dapat berkembang menjadi depresi klinis.

3. Harga Diri yang Rendah dan Terkikis

Ayah sering menjadi sumber validasi dan apresiasi bagi anak laki-laki. Tanpa kehadirannya, membangun rasa percaya diri dan harga diri yang sehat menjadi tantangan yang berat. Anak laki-laki mungkin meragukan kemampuan mereka, merasa tidak dicintai, dan kesulitan menerima diri mereka sendiri.

4. Prestasi Akademik yang Menurun

Motivasi dan dorongan belajar dari ayah berperan penting. Ketiadaannya dapat mengganggu konsentrasi dan minat belajar, yang berdampak pada prestasi di sekolah. Anak laki-laki mungkin kesulitan fokus, merasa kurang termotivasi, dan mengalami penurunan nilai akademik.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore