
Ilustrasi anak laki-laki yang terlihat sedih dan depresi karena tumbuh tanpa sosok ayah.
JawaPos.com – Kehadiran seorang ayah dalam kehidupan seorang anak laki-laki dianggap sebagai pilar penting dalam pembentukan karakter dan perkembangan psikologisnya. Namun, bagaimana jika pilar tersebut absen?
Bagaimana dampaknya terhadap jiwa dan emosi seorang anak laki-laki yang tumbuh tanpa kehadiran sosok ayah? Absennya figur ayah, atau yang sering disebut dengan istilah ‘fatherless’, bukanlah hal yang bisa dianggap remeh.
Anak laki-laki yang tumbuh dalam kondisi ini berpotensi mengalami berbagai dampak psikologis yang dapat mempengaruhi kualitas hidupnya, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Baca Juga: 4 Zodiak Anak Ini Paling Sulit Dikendalikan Menurut Astrologi, Orang Tua Siap-siap Pusing!
Psikologi telah lama mengkaji fenomena ini dan menemukan berbagai dampak yang signifikan. Penelitian menunjukkan bahwa anak laki-laki yang tumbuh tanpa ayah cenderung lebih rentan mengalami masalah perilaku hingga gangguan kesehatan mental.
Dilansir dari laman Fatherless Boys Foundation, Jumat (20/9), berikut adalah enam dampak psikologis utama yang mungkin dialami oleh anak laki-laki yang tumbuh tanpa sosok ayah. Simak apa saja!
1. Agresivitas yang Meningkat
Tanpa figur ayah yang memberikan contoh pengendalian emosi dan resolusi konflik yang sehat, anak laki-laki cenderung lebih mudah terjebak dalam perilaku agresif. Mereka mungkin kesulitan mengelola frustrasi dan kemarahan, sehingga lebih rentan terlibat dalam perkelahian atau tindakan kekerasan lainnya.
2. Rentan Menderita Depresi yang Menghantui
Kehilangan sosok ayah dapat menciptakan perasaan hampa dan kesedihan yang mendalam, terutama di masa-masa krusial pembentukan identitas.
Hal ini dapat memicu perasaan tidak berharga, putus asa, dan kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya mereka nikmati. Jika tidak ditangani, perasaan ini dapat berkembang menjadi depresi klinis.
3. Harga Diri yang Rendah dan Terkikis
Ayah sering menjadi sumber validasi dan apresiasi bagi anak laki-laki. Tanpa kehadirannya, membangun rasa percaya diri dan harga diri yang sehat menjadi tantangan yang berat. Anak laki-laki mungkin meragukan kemampuan mereka, merasa tidak dicintai, dan kesulitan menerima diri mereka sendiri.
4. Prestasi Akademik yang Menurun
Motivasi dan dorongan belajar dari ayah berperan penting. Ketiadaannya dapat mengganggu konsentrasi dan minat belajar, yang berdampak pada prestasi di sekolah. Anak laki-laki mungkin kesulitan fokus, merasa kurang termotivasi, dan mengalami penurunan nilai akademik.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
