Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 September 2024 | 14.57 WIB

13 Kesalahan Orang Tua Saat Mengajak Anak Naik Kereta Api dan Permainan Seru Bikin Perjalanan Menyenangkan!

Ilustrasi membiarkan anak menonton video atau bermain gim dengan suara keras tanpa earphone bisa mengganggu penumpang lain (Freepik)

JawaPos.com – Mengajak anak naik kereta api bisa jadi pengalaman seru atau mimpi buruk, tergantung persiapan Anda. Banyak orang tua tak sadar membuat kesalahan sederhana, namun bisa merusak perjalanan.

Sebagai infirmasi, berikut 13 kesalahan yang dilakukan orang tua saat mengajak anak naik kereta api, dikutip dari laman thepointsguy.com oleh JawaPos.com, Jumat (20/9):

Tidak mempersiapkan anak: orang tua sering kali lupa memberitahu anak tentang perjalanan dengan kereta. Ini dapat membuat anak bingung atau stres. Contohnya, sebelum berangkat, jelaskan kepada anak bahwa mereka akan duduk lama, sehingga mereka bisa mempersiapkan diri secara mental.

Tidak membawa hiburan: kereta api seringkali memakan waktu yang lama. Tidak membawa mainan, buku, atau alat hiburan bisa membuat anak mudah bosan dan rewel. Contohnya, bawa mainan kecil atau tablet yang sudah terisi film kartun untuk menghibur anak sepanjang perjalanan.

Tidak membawa camilan: anak-anak sering merasa lapar di tengah perjalanan. Jika orang tua lupa membawa camilan, anak bisa rewel atau lapar di perjalanan. Contohnya, sediakan makanan ringan seperti biskuit atau buah-buahan yang bisa dimakan tanpa membuat kotor.

Tidak mengawasi anak: orang tua kadang membiarkan anak berjalan sendiri di gerbong. Ini berbahaya karena anak bisa tersandung atau mengganggu penumpang lain. Pastikan anak selalu berada di dekat Anda atau duduk di kursi mereka selama perjalanan.

Mengabaikan jadwal kereta: beberapa orang tua lupa memperhatikan jadwal keberangkatan kereta. Hal ini bisa membuat keluarga terburu-buru dan menyebabkan stres. Contohnya, pastikan untuk datang lebih awal ke stasiun agar anak tidak terburu-buru saat naik kereta.

Membiarkan anak menggunakan gawai tanpa earphone: membiarkan anak menonton video atau bermain gim dengan suara keras tanpa earphone bisa mengganggu penumpang lain. Contohnya, pastikan membawa earphone untuk anak atau pilih mainan yang tidak mengeluarkan suara bising.

Tidak menjelaskan aturan keselamatan: anak-anak sering kali tidak tahu aturan keselamatan seperti tidak berdiri di dekat pintu atau menjulurkan kepala ke luar jendela. Orang tua harus menjelaskan pentingnya aturan keselamatan ini sebelum naik kereta.

Kurang memperhatikan kebutuhan toilet: anak-anak kadang tiba-tiba ingin pergi ke toilet. Orang tua yang tidak mengantisipasi ini bisa mendapati situasi yang merepotkan. Pastikan anak buang air sebelum naik kereta dan periksa lokasi toilet di dalam kereta.

Tidak membawa pakaian ekstra: perubahan suhu di kereta bisa membuat anak merasa kedinginan atau kepanasan. Tidak membawa pakaian ekstra seperti jaket atau kaos cadangan bisa membuat anak tidak nyaman. Contohnya, selalu sediakan jaket tipis untuk berjaga-jaga.

Memaksa anak duduk diam terlalu lama: anak-anak butuh bergerak. Memaksa mereka duduk terlalu lama tanpa memberi kesempatan untuk berjalan bisa membuat mereka gelisah. Contohnya, saat perjalanan panjang, ajak anak berjalan di gerbong untuk sekadar meregangkan kaki.

Tidak mengantisipasi mual: beberapa anak mudah mabuk perjalanan, terutama di kereta api yang bergerak lambat. Orang tua yang tidak membawa obat anti-mual bisa menghadapi masalah di tengah perjalanan. Selalu sediakan obat jika anak Anda rentan mabuk perjalanan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore