Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 September 2024 | 20.08 WIB

Sering Melanggar Perjanjian, Ini 4 Ciri Orang Munafik Menurut Islam: Bisa Jadi Orang di Sekitarmu Salah Satunya

4 ciri orang munafik menurut islam (Freepik) - Image

4 ciri orang munafik menurut islam (Freepik)

JawaPos.com - Islam telah memberi tahu umat manusia bahwa ciri orang munafik benar adanya di dunia ini. Mereka yang memiliki salah satu ciri ini bisa dikatakan sebagai orang yang munafik.

Dilansir oleh JawaPos.com, Minggu (15/9) dari laman troid.org bahwa terdapat empat ciri orang munafik menurut islam.

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah saw bersabda:

“ Empat sifat ini jika digabung akan menjadi ciri orang munafik sejati. Barangsiapa memiliki salah satu dari sifat-sifat ini, maka sesungguhnya ia memiliki sifat munafik sampai ia mampu meninggalkannya. Jika ia diberi amanah, ia mengingkarinya. Jika ia berbicara, ia berdusta. Jika ia membuat perjanjian, ia melanggar ketentuannya. Jika ia berselisih dengan seseorang, ia telah berlaku maksiat.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.

Sementara itu, Syekh ʿAbd Al-Raḥmān ibn Nāṣir Al-Saʿdī [w. 1376 H] berkata:

Berbohong dalam pembicaraan termasuk dalam dusta terhadap apa yang diriwayatkan dari Allah dan Rasul-Nya [ﷺ]. Barangsiapa yang berdusta dengan sengaja terhadap apa yang mereka sampaikan dari keduanya (Allah dan Rasul-Nya), maka ia harus bersiap untuk menempati tempat duduk yang layak di neraka. Allah berfirman dalam QS. Ash-Shaff, 61:7:

مَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ‎﴿٧﴾‏

Artinya: Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?

Hadits ini juga mencakup penyampaian sebagian atau seluruh kejadian. Maka barangsiapa yang berbohong dalam hal ini, maka ia termasuk salah satu ciri khusus orang munafik.

Yakni menceritakan kebatilan yang telah disabdakan oleh Nabi saw: "Aku memperingatkan kalian dari dusta, karena dusta itu menuntun kepada kemaksiatan dan kemaksiatan menuntun ke neraka. Seseorang yang selalu berdusta, diam-diam, dan selalu membuat kepalsuan, sampai ia dicatat di sisi Allah sebagai orang-orang yang berdusta."

Demikian pula barangsiapa yang ketika diberi amanah harta, hak, atau rahasia, maka ia berlaku khianat dan tidak setia, tidak memenuhi hak-hak amanah tersebut. Di manakah iman orang tersebut? Di manakah hakikat keislamannya? Demikian pula orang yang mengingkari perjanjian antara dirinya dengan Allah, atau antara dirinya dengan makhluk-Nya. Ia juga digambarkan dengan sifat yang tercela dari ciri-ciri orang munafik.

Demikian pula orang-orang yang tidak beriman ketika mengelola harta benda orang lain, mereka memanfaatkannya untuk merampas harta benda tersebut, dengan dalih yang batil untuk mendapatkan dan mengukuhkan apa yang bukan haknya, atau merampas hak orang lain.

Semua sifat ini hampir tidak akan pernah ada dalam diri seseorang yang imannya cukup sebab iman itu bertentangan dengan iman yang hakiki.

Maka ketahuilah bahwa di antara asas-asas dasar Ahlussunnah Wal Jamaah bahwa seorang hamba Allah dapat memiliki sifat-sifat kebaikan dan keburukan, sifat-sifat keimanan, sifat-sifat kekufuran dan kemunafikan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore