
Ilustrasi anak kecil yang terlalu sensitif. (freepik/freepik)
JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa bahwa kata-kata seperti "sensitif" atau "terlalu emosional" sering menghampiri anak-anak? Ternyata, cara orang tua atau lingkungan sekitar menyebut anak kecil bisa berdampak besar saat mereka dewasa.
Ketika seorang anak sering diberi label atau dikatai sebagai seseorang yang sensitif, efeknya bisa membentuk kepribadian mereka di masa depan.
Dalam artikel yang dilansir dari parade.com pada Sabtu (14/9) ini, kita akan mengeksplorasi bagaimana label seperti ini dapat memengaruhi perkembangan emosional dan psikologis seseorang seiring bertambahnya usia.
1. Sulit Mempercayai Insting
Pernah merasa ragu saat disarankan "percayalah pada instingmu"? Label "terlalu sensitif" bisa jadi penyebabnya. Seseorang yang sering dicap demikian mungkin kesulitan mempercayai insting mereka sendiri. Mereka cenderung mengabaikan perasaan ini untuk menghindari penilaian sebagai orang yang terlalu peka.
2. Sulit Mempercayai Orang Lain
Jika kamu sulit percaya pada orang lain, bisa jadi ini berakar dari masa kecil ketika sensitivitasmu tidak diterima. Pengalaman yang tidak mendukung di masa kecil dapat menciptakan rasa takut terhadap penolakan atau penghakiman. Akibatnya, kamu mungkin menarik diri dari berbagi emosi dengan orang lain.
3. Lebih Peka terhadap Emosi Orang Lain
Menjadi lebih sensitif ternyata juga memiliki sisi positif. Orang dewasa yang sering disebut "terlalu sensitif" saat kecil, bisa mengembangkan kemampuan membaca emosi orang lain dengan lebih baik. Pengalaman masa kecil membuat mereka lebih peka terhadap isyarat emosional di sekitar.
4. Beberapa Kasus Menjadi Orang yang Tidak Peka
Sebaliknya, beberapa orang bisa menutup diri dan menjadi kurang peka setelah sering disebut "terlalu sensitif." Hal ini mungkin membuat mereka sulit memahami diri sendiri dan orang lain. Ketidakpekaan ini muncul karena mereka berusaha melindungi diri dari rasa sakit emosional.
5. Perfeksionis
Kamu mungkin merasa terdorong untuk selalu sempurna. Kritik terhadap sensitivitasmu saat kecil bisa membuatmu berusaha keras menghindari kesalahan. Perfeksionisme ini bisa jadi cara untuk menghindari penilaian negatif terhadap respons emosionalmu.
6. Selalu Berusaha Menyenangkan Orang Lain
Sering berusaha menyenangkan orang lain? Mungkin kamu terbiasa menekan perasaan sendiri untuk diterima. Label "terlalu sensitif" bisa membuatmu berusaha keras memenuhi ekspektasi orang lain agar disukai. Ini sering kali mengorbankan batasan dirimu sendiri.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
