Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 September 2024 | 18.18 WIB

Anak yang Kerap Disebut Sensitif dan Terlalu Emosional, Akan Menumbuhkan Kepribadian Ini Saat Dewasa

Ilustrasi anak kecil yang terlalu sensitif. (freepik/freepik) - Image

Ilustrasi anak kecil yang terlalu sensitif. (freepik/freepik)

JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa bahwa kata-kata seperti "sensitif" atau "terlalu emosional" sering menghampiri anak-anak? Ternyata, cara orang tua atau lingkungan sekitar menyebut anak kecil bisa berdampak besar saat mereka dewasa.

Ketika seorang anak sering diberi label atau dikatai sebagai seseorang yang sensitif, efeknya bisa membentuk kepribadian mereka di masa depan. 

Dalam artikel yang dilansir dari parade.com pada Sabtu (14/9) ini, kita akan mengeksplorasi bagaimana label seperti ini dapat memengaruhi perkembangan emosional dan psikologis seseorang seiring bertambahnya usia.

1. Sulit Mempercayai Insting

Pernah merasa ragu saat disarankan "percayalah pada instingmu"? Label "terlalu sensitif" bisa jadi penyebabnya. Seseorang yang sering dicap demikian mungkin kesulitan mempercayai insting mereka sendiri. Mereka cenderung mengabaikan perasaan ini untuk menghindari penilaian sebagai orang yang terlalu peka.

2. Sulit Mempercayai Orang Lain

Jika kamu sulit percaya pada orang lain, bisa jadi ini berakar dari masa kecil ketika sensitivitasmu tidak diterima. Pengalaman yang tidak mendukung di masa kecil dapat menciptakan rasa takut terhadap penolakan atau penghakiman. Akibatnya, kamu mungkin menarik diri dari berbagi emosi dengan orang lain.

3. Lebih Peka terhadap Emosi Orang Lain

Menjadi lebih sensitif ternyata juga memiliki sisi positif. Orang dewasa yang sering disebut "terlalu sensitif" saat kecil, bisa mengembangkan kemampuan membaca emosi orang lain dengan lebih baik. Pengalaman masa kecil membuat mereka lebih peka terhadap isyarat emosional di sekitar.

4. Beberapa Kasus Menjadi Orang yang Tidak Peka

Sebaliknya, beberapa orang bisa menutup diri dan menjadi kurang peka setelah sering disebut "terlalu sensitif." Hal ini mungkin membuat mereka sulit memahami diri sendiri dan orang lain. Ketidakpekaan ini muncul karena mereka berusaha melindungi diri dari rasa sakit emosional.

5. Perfeksionis

Kamu mungkin merasa terdorong untuk selalu sempurna. Kritik terhadap sensitivitasmu saat kecil bisa membuatmu berusaha keras menghindari kesalahan. Perfeksionisme ini bisa jadi cara untuk menghindari penilaian negatif terhadap respons emosionalmu.

6. Selalu Berusaha Menyenangkan Orang Lain

Sering berusaha menyenangkan orang lain? Mungkin kamu terbiasa menekan perasaan sendiri untuk diterima. Label "terlalu sensitif" bisa membuatmu berusaha keras memenuhi ekspektasi orang lain agar disukai. Ini sering kali mengorbankan batasan dirimu sendiri.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore