
Ilustrasi pria tua dengan tatapan kosong. (freepik.com)
JawaPos.com–Midlife crisis atau krisis usia paro baya dapat didefinisikan sebagai krisis emosional yang dialami pada pertengahan hidup atau pada usia 40 hingga 60 tahun. Dilansir dari Forbes, orang-orang yang mengalami krisis ini dapat tiba-tiba ingin mengubah hidup.
Hal ini bisa dilihat dari perubahan pada seseorang secara tiba-tiba dan kesadaran yang tinggi akan kematian pada orang tersebut. Ciri-ciri tersebut dapat ditemukan pada mayoritas kasus, tapi bukan berarti semua yang mengalami krisis paro baya akan mengalami hal-hal tersebut.
Orang-orang yang paham benar tentang midlife crisis akan mengerti betapa pentingnya perawatan-perawatan yang diperlukan dan bagaimana caranya masa-masa pada umur tersebut dapat dilalui dengan sehat, bahagia, dan puas.
Apa penyebabnya?
Terapis Krystal Jackson mengatakan bahwa midlife crisis dapat disebabkan peristiwa-peristiwa yang dapat mengguncang kondisi mental seseorang. Seperti perceraian, kematian orang tercinta, hingga kebosanan. Tapi faktor utamanya adalah bertambah umur.
Contoh lainnya adalah: bertambah atau berkurangnya kewajiban seseorang, seperti menyadari anak telah tumbuh menjadi orang dewasa atau kewajiban untuk merawat orang tua.
Apa tanda-tandanya?
Krystal Jackson dan Dr Michael Wetter menjelaskan, kasus-kasus midlife crisis tidak menunjukkan tanda-tanda yang pasti. Beberapa kasus menunjukkan pertanda yang minimal, dan sebagian lain telah melakukan hal-hal yang akan berakibat buruk pada diri mereka.
Pertanda umum yang dapat dilihat adalah kecemasan yang tinggi, perubahan karir atau gaya hidup, perubahan perilaku atau penampilan, kebiasaan nostalgia yang tiba-tiba dan berlebihan, depresi, serta hypochondria atau kecemasan akan kesehatan berlebihan. Selain itu, membuat keputusan untuk masa depan yang berlebihan, pola tidur yang berubah, naik atau turun berat badan, dan perubahan rutinitas.
Menurut Jackson tanda yang paling mudah dilihat adalah perubahan penampilan dan sifat seseorang.
Apa yang sebaiknya dilakukan?
Midlife crisis bukan kondisi yang membutuhkan bantuan medis. Tidak ada obat atau perawatan untuk menyembuhkan seseorang dari krisis ini.
Ada banyak pilihan untuk membantu seseorang yang mengalami krisis ini dengan baik. Beberapa cara untuk menemukan ketenangan pada seseorang bisa dari meningkatkan aktivitas fisik, mengobrol panjang dengan orang lain entah itu teman atau profesional, dan mengubah cara pikir tentang menjadi tua.
Ketika anggota keluarga atau teman-teman tepercaya dapat menjadi pendukung terbaik, menurut Dr Wetter, kunjungan ke psikolog dapat menjadi pilihan terbaik.
Jackson menjelaskan, kunci utamanya adalah untuk mengubah pola pikir orang tersebut. Seseorang dengan midlife crisis cenderung menjatuhkan harga diri, sehingga perlu membantu mereka untuk membongkar pola pikir itu.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
