Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 September 2024 | 22.25 WIB

Dampak Media Sosial Terhaddap Kehidupan Anak Perempuan, Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua dalam Mengatasinya? Simak!

Ilustrasi anak perempuan main media sosial. (freepik.com/freepik)

JawaPos.com - Dalam kehidupan era modern ini cukup menjadi tantangan besar bagi seorang anak maupun orang tua, khususnya saat menggunakan media sosial.

Media sosial memberikan dampak positif bagi kita dalam menambah koneksi sosial, sarana hiburan, bisnis, dan mempermudah komunikasi dengan orang lain.

Tapi di samping semua kelebihan itu, media sosial juga bisa memiliki dampak kurang baik bagi kehidupan kita khususnya pada anak perempuan.

Melansir dari laman Very Well Mind, dampak media sosial yang bisa memengaruhi kehidupan anak perempuan adalah dari perbandingan sosial. Hal tersebut memicu perasaan tidak aman hingga mengakibatkan bunuh diri.

Seperti kita tahu bahwa dalam media sosial seringkali adanya perbandingan fisik dan pencapaian hidup yang membuat kita semakin tidak bersyukur atas hal yang dimiliki saat ini.

Pernyataan ini dipertegas oleh seorang Psikolog Universitas Airlangga yang dikutip dari laman Universitas Airlangga News bahwa media sosial juga sering menciptakan stereotip gender pada perempuan.

Baca Juga: Simak Kebiasaan Unik Setiap Zodiak di Media Sosial, Apa Saja yang Mereka Posting?

Lebih parahnya lagi, stereotip itu dilakukan oleh sesama perempuan. Padahal seharusnya sesama gender harus bisa saling mendukung. Perempuan di media sosial realitasnya lebih mudah menampilkan dirinya sendiri tanpa harus merasa dibatasi.

Stereotip yang muncul di media sosial adalah perempuan lebih mudah dilemahkan melalui tindakan pelecehan seksual secara online dan sering mendapatkan hinaan atau diskriminasi.

Oleh karenanya ada 5 hal yang harus dilakukan orang tua untuk mengatasi masalah dari dampak media sosial dalam kehidupan anak perempuan, diantaranya :

1. Sebutkan Stereotip yang Bermasalah

Jika anak perempuan menonton tayangan TV, media sosial, serta platfrom online lainnya, maka tanyakan terlebih dahulu tentang hal yang mereka tonton. Setelah itu, kalau ada unsur stereotip gender maka harus diberikan penjelasan bahwa itu tidak benar.

2. Batasi Penggunaan Media Sosial Pada Anak di Bawah 13 Tahun

Jangan biarkan anak-anak mendaftar akun media sosial sebelum mereka siap. Meskipun pembatasan dapat dengan mudah dilewati, saat ini tidak seorang pun yang berusia di bawah 13 tahun boleh membuat akun di banyak platform media sosial yang tersedia.

Baca Juga: Perempuan High Value Pantang Mengunggah 9 Hal Ini di Dalam Akun Media Sosial Mereka, Apa Saja?

3. Buat Batasan Waktu Memakai Perangkat

Tetapkan batasan waktu layar atau screen time dengan menggunakan aplikasi atau mengakses media sosial, jangan sampai mereka memiliki waktu yang lebih lama bersama ponsel dibandingkan belajar atau berinteraksi nyata dengan orang lain.

4. Peraturan Bebas dari Ponsel  

Buatlah peraturan bahwa tidak ada perangkat seluler di meja makan dan pastikan orang dewasa juga mematuhinya, karena bagaimanapun mereka akan meniru perilaku orang tuanya juga.

5. Jangan Menggunakan Media Sosial Menjelang Tidur

Jangan biarkan anak perempuan memainkan handphonenya di kamar tidurnya semalaman. Godaan untuk mengecek gadget saat sebelum atau sesudah tidur dapat mengganggu kualitas tidur, dan berpotensi memperburuk masalah kesehatan mental.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore