Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Agustus 2024 | 00.32 WIB

Mengenal Somnabulisme, Gangguan Tidur yang Unik dan Banyak Terjadi

Ilustrasi menyilangkan kaki saat tidur. (spiritclue.com)

JawaPos.com - Gangguan tidur berjalan atau somnabulisme (sleepwalking) adalah salah satu kondisi gangguan tidur di mana seseorang bangun dan berjalan saat sedang tidur.

Gangguan ini tidak selalu terjadi dengan gestur berjalan saja, mereka yang sedang tidur, lalu terbangun dan duduk di tempat tidur dan melihat sekeliling kamarnya dalam keadaan yang tidak sepenuhnya sadar juga, termasuk dalam gejala gangguan tidur berjalan ini.

Umumnya, gangguan tidur berjalan terjadi pada anak-anak berusia antara 5–12 tahun. Namun, gangguan tidur berjalan bisa menyerang siapa saja, termasuk orang dewasa dan lansia.

Sebagaimana dilansir dari Halodoc, ada beberapa faktor risiko yang bisa memicu munculnya gejala gangguan tidur berjalan, yaitu:

  • Faktor genetik. Jika terdapat anggota keluarga seperti orangtua yang memiliki gejala gangguan tidur berjalan, maka hal tersebut meningkatkan risiko seseorang di keluarganya, misalnya anak, untuk mengidap gangguan tidur berjalan.
  • Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, umumnya gangguan tidur berjalan menyerang anak-anak berusia 5–12 tahun, tetapi gejala ini juga bisa menyerang orang dewasa.

Berikut ini beberapa penyebab gangguan tidur berjalan bisa muncul, yaitu:

  • Cemas atau stres.
  • Kurang tidur.
  • Efek samping mengonsumsi obat tidur atau obat-obatan sedatif.
  • Efek samping mengonsumsi narkoba atau minuman beralkohol.
  • Saat sedang tidur lelap, terbangun mendadak. Hal tersebut bisa saja dikarenakan dorongan yang kuat muncul seperti untuk pergi ke toilet atau badan disentuh dan juga karena mendengar suara keras tiba-tiba yang membuat kaget. Adapun, ada kondisi lain yang bisa diakibatkan karena suatu penyakit dengan gejala sering bangun mendadak, misalnya sindrom kaki gelisah dan apnea tidur obstruktif.
  • Gangguan tidur berjalan biasa terjadi saat mengidap infeksi yang disertai demam pada anak-anak.

Gejala Gangguan Tidur Berjalan

Orang yang mengalami gangguan tidur berjalan ini biasanya hanya memandang lurus dan tampak seperti tidak mengenali keadaan di sekitarnya. Matanya yang terbuka terkesan seperti terjaga padahal ia sebenarnya masih tertidur.

Jika disapa, biasanya pengidapnya tidak merespons, meski ada sebagian yang mampu merespons dengan baik dan sebagian lagi akan merespons dengan jawaban meracau.

Saat pengidap gangguan tidur berjalan dibangunkan secara paksa, umumnya pengidap akan merasa kebingungan dan tidak ingat dengan aktivitas yang dilakukannya ketika berjalan sambil tidur.

Karena itu, jika kamu atau orang yang terdekat mengalami gangguan tidur berjalan, bicarakan dengan dokter jika gangguan tidur berjalan membuat kamu merasakan beberapa hal berikut ini:

  • Terjadi dengan intensitas tinggi, misalnya lebih dari 1–2 kali dalam seminggu.
  • Menyebabkan perilaku berbahaya atau cedera.
  • Berlanjut dari kecil hingga masa remaja.
  • Baru terjadi pertama kali saat dewasa.

Terdapat beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi gejala gangguan tidur berjalan.

Umumnya, sang pengidap gangguan tidur berjalan akan diberikan resep oleh dokter sebagai penanganan untuk mengurangi gejala dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

Selain itu, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengobati gangguan tidur berjalan, yaitu:

  • Mengurangi stres.
  • Melakukan aktivitas yang bisa merelaksasi pikiran sebelum tidur (misalnya, mandi air hangat atau membaca buku).
  • Tidak mengonsumsi minuman beralkohol dan minuman berkafein sebelum tidur.
  • Membuang air kecil terlebih dahulu.
  • Membuat kamar tidur senyaman mungkin.
  • Mengatur pola dan waktu tidur dengan disiplin karena gangguan tidur berjalan juga bisa dipicu oleh kurang tidur.

Pencegahan Gangguan Tidur Berjalan

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore