
Ilustrasi orang yang kerap oversharing yang membuatnya terlalu banyak membagikan informasi pribadi.
JawaPos.com - Oversharing merujuk pada kebiasaan seseorang untuk membagikan informasi pribadi secara berlebihan kepada orang lain, baik secara langsung maupun melalui platform media sosial.
Tindakan ini sering kali berupa pengungkapan informasi secara detail yang sangat pribadi atau sensitif yang seharusnya disimpan untuk diri sendiri atau hanya untuk lingkaran yang sangat dekat.
Lalu, apa sebenarnya yang membuat sebagian orang cenderung melakukan oversharing? Dalam artikel ini, kita akan menguak 4 penyebab utama yang mendorong seseorang untuk melakukan oversharing.
Dengan memahami faktor-faktor ini, Anda akan mampu untuk mengidentifikasi dan menghindari kecenderungan tersebut, sehingga dapat melindungi privasi dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan orang lain.
Dilansir dari laman Bright Side pada Kamis (29/8), berikut 4 penyebab oversharing yang membuat seseorang terlalu banyak membagikan informasi pribadi.
1. Kecemasan (anxiety)
Kecemasan dapat menjadi salah satu penyebab utama oversharing. Beberapa orang cenderung banyak berbicara atau oversharing ketika mereka merasa cemas, sebagai upaya untuk terlihat normal atau diterima oleh orang-orang di sekitar mereka.
Ketika seseorang merasa stres atau tegang, mereka merasa terdorong untuk terus berbicara, dengan harapan dapat meredakan kegelisahan yang mereka rasakan.
Namun, karena kecemasan tersebut, mereka sering kehilangan kemampuan untuk mengontrol apa yang mereka katakan dan berapa lama mereka berbicara.
Hal ini sering kali mengarah pada pengungkapan informasi pribadi yang tidak seharusnya dibagikan kepada orang lain.
Selain itu, kecemasan juga bisa muncul dalam situasi sosial di mana seseorang merasa canggung atau tidak nyaman. Dalam situasi seperti itu, mereka cenderumg berpikir bahwa satu-satunya cara untuk bisa menyesuaikan diri atau menarik perhatian adalah dengan memulai membicarakan kehidupan pribadi mereka.
Namun, upaya ini sering kali membuat mereka mengungkapkan hal-hal yang terlalu pribadi atau sensitif, yang akhirnya dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman atau terganggu.
2. Kesepian dan berusaha untuk menciptakan kedekatan dengan orang lain
Salah satu penyebab utama dari oversharing adalah perasaan kesepian yang mendalam serta keinginan yang kuat untuk menciptakan kedekatan dengan orang lain.
Ketika seseorang merasa kesepian, mereka cenderung mencari koneksi sosial yang bisa mengurangi perasaan tersebut. Dalam upaya untuk membangun hubungan baru atau memperdalam hubungan yang sudah ada, mereka cenderung merasa terdorong untuk berbagi secara berlebihan tentang kehidupan pribadi mereka.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
