
Ilustrasi menggenggam tangan. (Shutterstock)
JawaPos.com - Gestur atau bahasa tubuh seseorang dapat mengungkapkan lebih dari kata yang mereka katakan. Di balik bahasa tubuh mereka menyimpan berjuta makna dan ciri kepribadian mereka menggenggam tangan di depan mengungkapkan makna tersembunyi di baliknya.
Gestur tubuh menggenggam tangan atau mengepalkan tangan di depan ditunjukkan dalam dua cara utama. Yakni tangan dirapatkan di meja atau pangkuan, dan saat berdiri, tangan dirapatkan di perut bagian bawah. Lantas apa makna dan ciri kepribadian ini?
Dilansir dari laman psychmechanics.com oleh JawaPos.com, Rabu (28/8) berikut ini penjelasan makna menggenggam tangan di depan saat berbicara dengan orang lain:
1. Tangan dirapatkan di meja atau pangkuan
Ketika seseorang melakukan gerakan ini, mereka sedang melakukan semacam pengendalian diri. Mereka secara simbolis 'mengepalkan' diri mereka ke belakang dan menahan reaksi negatif, biasanya kecemasan atau frustrasi.
Semakin tinggi seseorang mengepalkan tangan sambil berdiri, semakin besar perasaan negatifnya. Orang seringkali melakukan tindakan ini ketika mereka tidak dapat meyakinkan orang lain.
Juga, ketika mereka cemas dengan apa yang mereka katakan atau dengar. Saat Anda berbicara dengan mereka, cobalah mengalihkan pembicaraan ke arah lain, atau ajukan pertanyaan. Dengan cara ini, Anda setidaknya bisa mematahkan sikap negatif orang tersebut jika memang ada.
2. Saat berdiri, tangan dirapatkan di perut bagian bawah
Mereka yang merasa rentan dalam suatu situasi namun diharapkan menunjukkan rasa percaya diri dan rasa hormat dapat memegang tangan mereka di selangkangan atau perut bagian bawah.
Dengan menutupi selangkangan atau perut bagian bawah, orang tersebut merasa aman dan percaya diri. Oleh karena itu, orang sering salah mengartikan sikap ini dengan rasa percaya diri. Rasa percaya diri mungkin merupakan hasil dari sikap ini, namun jelas bukan penyebabnya.
Misalnya, pemain sepak bola menunjukkan gerakan ini ketika mereka mendengarkan lagu kebangsaan untuk memberi penghormatan kepada lagu tersebut. Di dalam hati, mereka mungkin merasa rentan, mengingat ribuan mata tertuju pada mereka.
Isyarat ini juga umum dilakukan saat para pemimpin dan politisi bertemu dan berdiri untuk berpose untuk difoto. Anda mungkin juga melihat isyarat ini saat seorang pendeta menyampaikan khotbah atau pertemuan sosial lainnya, yang dipimpin oleh seorang tokoh berwibawa.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
