Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Agustus 2024 | 19.04 WIB

Seni Bodo Amat Dengan Apa yang Dipikirkan Orang Lain, Ini 8 Cara Untuk Menjalani Hidup Bahagia Menurut Psikologi

seni bodo amat dengan apa yang dipikirkan orang lain untuk hidup bahagia menurut Psikologi - Image

seni bodo amat dengan apa yang dipikirkan orang lain untuk hidup bahagia menurut Psikologi

JawaPos.com – Menurut psikologi, seni untuk bersikap bodo amat dengan apa yang dipikirkan orang lain bisa menjadi kunci hidup yang bahagia. Dengan menguasai beberapa cara ini, kita bisa menjalani hidup yang lebih menyenangkan tanpa terbebani oleh pendapat masyarakat sekitar.

Seni bodo amat dengan apa yang dipikirkan orang lain, menurut Psikologi, adalah cara efektif untuk mencapai hidup yang bahagia. Jika ingin hidup lebih menyenangkan, disarankan untuk mempelajari beberapa cara tidak peduli dengan apa yang dibicarakan lingkungan sekitar ini.

Psikologi menekankan bahwa seni bodo amat terhadap apa yang dipikirkan orang lain bisa membawa kebahagiaan yang lebih besar dalam hidup. Dalam kehidupan, bahagia bisa lebih mudah diraih dengan mempraktikkan cara yang tidak begitu mempedulikan terhadap pendapat lingkungan sekitar.

Dilansir dari Hack Spirit pada Selasa (27/8), disebutkan ada delapan cara seni bodo amat dengan apa yang dipikirkan orang lain untuk hidup bahagia menurut Psikologi.

1. Merangkul individualitas

Kita semua ingin diterima oleh lingkungan sekitar. Namun, keinginan untuk diterima terkadang membuat kita mengambil keputusan berdasarkan apa yang orang lain pikirkan. Langkah pertama adalah merangkul keunikan diri.

Berbeda bukan hal buruk, malah itu yang menjadikan kita istimewa. Kita harus berani keluar dari harapan masyarakat dan bertindak demi kepentingan diri sendiri. Keputusan yang kita ambil seharusnya berdasarkan pemikiran, perasaan, dan keinginan kita, bukan orang lain.

2. Memprioritaskan diri sendiri

Pernah mengalami situasi di mana kita berusaha memenuhi ekspektasi banyak orang dan berakhir stres serta tidak bahagia? Hal ini terjadi karena kita lebih memprioritaskan pendapat orang lain daripada kesejahteraan diri sendiri.

Kenyataannya, kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Semakin cepat kita belajar untuk memprioritaskan kebahagiaan dan kesehatan mental kita, semakin baik. Menetapkan batasan dan mengutamakan kebutuhan diri sendiri bukan tindakan egois, melainkan wujud dari kesadaran diri.

3. Praktik mindfulness

Mindfulness adalah alat yang ampuh untuk membebaskan diri dari beban pendapat orang lain. Mindfulness tentang berada di saat ini, mengakui perasaan, dan menerima tanpa penilaian. Sayangnya, banyak dari kita yang menjalani hari dalam mode otomatis, tidak benar-benar memperhatikan apa yang kita rasakan dan mengapa.

Dengan berlatih mindfulness, kita dapat mulai membedakan antara pemikiran kita sendiri dan kebisingan eksternal. Rasanya lega, seperti akhirnya bisa bernafas setelah terlalu lama berada di bawah air.

4. Tantangan terhadap distorsi kognitif

Distorsi kognitif adalah kesalahan dalam pemikiran kita yang dapat menyebabkan pkamungan yang terdistorsi terhadap realitas. Salah satunya adalah “membaca pikiran”, di mana kita percaya bahwa kita tahu apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Terlalu sering, kita berasumsi bahwa orang lain berpikir negatif tentang kita.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore