Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Agustus 2024 | 18.40 WIB

Menurut Psikologi, Perempuan yang Bahagia Menjadi Ibu Kerap Melakukan 9 Kebiasaan Ini

Kebiasaan perempuan yang bahagia menjadi ibu menurut Psikologi. (Pexels/Sarah Chai) - Image

Kebiasaan perempuan yang bahagia menjadi ibu menurut Psikologi. (Pexels/Sarah Chai)

JawaPos.com – Menurut Psikologi, perempuan yang bahagia menjadi ibu seringkali menerapkan beberapa kebiasaan tertentu.

Perempuan yang merasa bahagian dalam peran sebagai ibu biasanya memiliki kebiasaan yang positif dan berdampak baik bagi keluarganya.

Psikologi mengungkapkan bahwa kebahagiaan mereka tercermin dalam perilaku sehari-harinya.

Kebiasaan ini tidak hanya mempengaruhi kesehatan mental sang ibu, tetapi juga kesejahteraan anak-anaknya.

Perempuan yang bahagia menurut Psikologi, cenderung menjalani perilaku yang mendukung keseimbangan dalam hidup.

Dilansir dari Hack Spirit pada Jumat (23/8), ada sembilan kebiasaan perempuan yang bahagia menjadi ibu menurut Psikologi.

  1. Merawat diri

Para ibu yang bahagia memahami pentingnya meluangkan waktu untuk diri sendiri. Mereka menyadari bahwa untuk bisa merawat orang lain dengan baik, mereka harus terlebih dahulu merawat diri mereka sendiri.

Kegiatan perawatan diri ini bisa sesederhana melakukan yoga di pagi hari, menikmati secangkir kopi dalam keheningan, atau berjalan-jalan di sore hari. Dengan melakukan hal-hal kecil namun bermakna ini, para ibu memastikan mereka memiliki energi dan sikap positif yang diperlukan untuk mengasuh anak-anak mereka.

  1. Menjaga koneksi sosial

Ibu-ibu yang menemukan kebahagiaan dalam perannya tetap terhubung dengan dunia luar. Mereka aktif bersosialisasi dengan teman-teman, bergabung dalam klub buku lokal, atau berinteraksi melalui media sosial.

Koneksi-koneksi ini berfungsi sebagai sistem pendukung yang vital, memberikan wadah untuk berbagi pengalaman dan merayakan pencapaian. Dengan menjaga hubungan di luar keluarga inti, para ibu ini mempertahankan identitas mereka sebagai individu dengan minat dan passion mereka sendiri.

  1. Menerima ketidaksempurnaan

Di era media sosial yang kerap menampilkan gambaran motherhood yang sempurna, ibu-ibu yang bahagia justru merangkul realitas ketidaksempurnaan. Mereka tidak stres jika terkadang anak-anak makan pizza untuk makan malam atau jika tumpukan cucian menumpuk.

Mereka memahami bahwa kesalahan adalah bagian alami dari proses belajar dan tumbuh. Dengan begitu, para ibu ini membebaskan diri dari tekanan yang tidak perlu dan menciptakan lingkungan yang lebih santai dan penuh kasih sayang bagi anak-anak mereka.

  1. Mengekspresikan emosi

Motherhood bukan selalu tentang kebahagiaan; ada kalanya frustasi dan kelelahan muncul. Ibu-ibu yang bahagia tidak menyembunyikan emosi-emosi ini. Mereka mengakui bahwa wajar untuk merasa kewalahan atau lelah sesekali.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore