
Ilustrasi kekerasan
JawaPos.com - Kamu mungkin pernah mendengar istilah KDRT atau Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Untuk memahami KDRT lebih lanjut, kamu perlu tahu definisi jelas dari KDRT itu sendiri.
Dikutip dari Komnas Perempuan, KDRT merupakan kekerasan berbasis gender yang terjadi di ranah personal. Kekerasan ini bisa terjadi dari suami ke istri, ayah ke anak, bahkan kakek ke cucu selama dalam ranah personal keluarga.
Istilah KDRT berlaku pada orang dengan hubungan darah maupun tidak. KDRT merupakan kasus yang berbeda dari kejahatan lain, dimana pelaku merupakan sosok orang yang dikenal dekat oleh korban.
Hal inilah yang membuat kasus KDRT lebih menyakitkan pada korban dibanding kasus kejahatan dengan pelaku orang tak dikenal. Kamu mungkin tahu bahwa KDRT biasanya berkaitan dengan kekerasan fisik seperti pemukulan, penamparan dan masih banyak lagi.
Namun, KDRT ternyata memiliki ruang lingkup yang lebih luas lagi. Pasal 1 UU PKDRT sendiri memiliki definisi KDRT sebagai perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga.
Lebih lanjut, KDRT juga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.
Dari pasal inilah bisa diketahui bahwa KDRT itu tidak hanya soal kekerasan fisik. Dikutip dari Pemerintah Kabupaten Bantul, berikut ini jenis-jenis KDRT dan penjelasannya:
1. Kekerasan Fisik
Kekerasan fisik merupakan jenis kekerasan yang sering dipahami sebagai jenis kekerasan utama di KDRT. Kekerasan ini biasa terjadi pada wanita oleh pria, meski pria juga memiliki kemungkinan untuk terkena KDRT fisik oleh wanita.
Kekerasan fisik yang dimaksud mencakup memukul, menendang, mencekik dan melukai. Membunuh juga termasuk dalam KDRT yang sangat serius sehingga korban meninggal dunia.
Tidak hanya kekerasan fisik secara langsung, ancaman dengan senjata atau melempar barang ke arah korban juga dihitung sebagai KDRT fisik.
2. Kekerasan Seksual
Setelah fisik, kekerasan seksual juga dihitung sebagai tindak KDRT. Kekerasan seksual yang termasuk adalah kekerasan dalam hubungan seks dan juga kekerasan yang berkaitan dengan hal seksual.
Kekerasan seksual dalam hubungan seks adalah pemaksaan untuk melakukan hubungan seks yang tidak diinginkan pasangan. Ada juga kekerasan yakni pemaksaan untuk menonton tayangan pornografi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022