Konon dalam kepercayaan masyarakat Jawa, ilmu titen yang menandai keberuntungan melalui cara menanak nasi dilambangkan sebagai simbol keberkahan dan kemakmuran bagi setiap orang.
Tidak hanya itu, bahkan menurut cerita orang tempo dulu, jika nasi memiliki tanda-tanda yang disebutkan, kekayaan kemungkinan akan segera datang dengan waktu cepat.
Hal semacam ini sudah diyakini oleh penduduk pesisir Jawa yang masih menghormati dan menjujung tinggi sebuah tradisi dari peninggalan leluhurnya di zaman dulu kala.
Daripada penasaran tanda apa saja yang dimaksud, mari kita selami satu per satu melalui channel YouTube Nasib dan Hoki Sabtu, (17/8).
1. Meluapnya nasi saat dikukus
Jika Anda memasak nasi dengan takaran yang pas tetapi nasi tersebut meluap dan tumpah, ini diyakini sebagai pertanda bahwa rezeki Anda akan melimpah dalam waktu sekitar tiga bulan. Namun, jika beras yang dimasak adalah milik orang lain, maka rezeki yang melimpah itu akan datang kepada pemilik beras.
Orang zaman dahulu percaya pada pertanda ini dan biasanya mengambil sedikit nasi dari bagian atas panci yang meluber.
Mereka kemudian berdoa dan memakannya sebagai bentuk syukur kepada Tuhan atas kelimpahan rezeki yang mereka terima, berharap agar rezeki tersebut menjadi berkat bagi diri sendiri, keluarga, dan orang lain.
2. Nasi menjadi basi seketika setelah dimasak
Menanak nasi dan tiba-tiba menjadi basi hal ini memiliki dua pandangan, yaitu sebagai pertanda rezeki atau adanya ilmu sihir.
Nasi basi seketika setelah matang dipercaya oleh orang zaman dahulu sebagai tanda kesuksesan yang akan datang, seperti panen melimpah atau kenaikan gaji.
Dalam situasi ini, sebaiknya nasi yang basi tersebut tidak dibuang, tetapi dijemur atau dijadikan pakan ternak, serta disertai doa untuk kemudahan dan kelancaran dalam mencapai tujuan.
Sebaliknya, nasi yang basi dengan jeda waktu dua atau tiga jam setelah matang bisa dianggap sebagai tanda santet atau guna-guna, yang biasanya menyerang warung makan atau tempat usaha, membuatnya dijauhi pembeli dan berujung kebangkrutan.
3. Menemukan sebutir beras yang belum matang di dalam nasi
Saat Anda sedang menikmati makanan nasi lengkap dengan lauk pauknya, terkadang bisa terjadi bahwa Anda menemukan sebutir nasi yang masih mentah atau bahkan berwujud gabah yang masih menyertakan kulitnya.
Perlu diingat bahwa gabah dalam kondisi mentah harus dibedakan. Ada kepercayaan dari zaman kuno bahwa jika menemukan beras atau gabah mentah di dalam hidangan nasi, orang-orang akan mengambilnya dan menyimpan di dompet.
Mereka meyakini bahwa dengan melakukannya, rezeki mereka akan semakin melimpah dan harta benda yang mereka peroleh akan tetap awet dan tidak cepat habis.
4. Nasi yang dimasak menjadi lengket seperti ketan
Sekali lagi, perlu diingat bahwa pertanda yang kemungkinan besar akan terjadi adalah pertanda yang murni 100% berasal dari alam semesta tanpa unsur kesengajaan atau campur tangan manusia.
Misalnya, ketika memasak nasi seperti biasa dan semua takarannya sudah pas, namun hasil akhirnya nasi menjadi lengket, itu mungkin merupakan pertanda rezeki yang akan datang kepada Anda.
5. Terdapat sebagian beras yang tidak dapat matang
Fenomena nasi yang tidak matang bisa diartikan berbeda tergantung konteks. Jika terjadi di acara hajatan, ini dianggap sebagai tanda bahwa ada orang yang iri atau dengki ingin mengacaukan acara dengan ilmu gaibnya. Namun, jika hal ini terjadi saat memasak nasi di rumah, nasi yang tidak matang dipercaya membawa pertanda bahwa kesuksesan dan rezeki akan datang segera.
Orang-orang kuno menyikapi fenomena ini dengan mengambil nasi yang masih berbentuk beras, memasukkannya dalam kantong kain, dan menggantungnya di atas pintu masuk utama rumah untuk menangkal energi negatif dan menarik energi positif.
Ada juga yang menyimpan kantong tersebut dalam gentong beras sebagai simbol untuk menarik dan menjaga rezeki tetap berlimpah hingga ke anak cucu. Sebagian beras yang tidak bisa matang.
***