Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Agustus 2024 | 14.05 WIB

Menurut Psikologi, Berikut 6 Sifat Orang yang Kehilangan Kontak dengan Saudara Kandung Seiring Bertambah Usia

Ilustrasi seseorang yang kehilangan kontak dengan saudara kandung. (Freepik)



JawaPos.com - Kehilangan kontak dengan saudara kandung seiring bertambahnya usia adalah fenomena yang sering terjadi dan bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Dari sudut pandang psikologi, ada beberapa sifat dan karakteristik yang mungkin muncul pada orang yang mengalami situasi ini. 

Berikut adalah enam sifat yang sering terlihat pada mereka yang kehilangan kontak dengan saudara kandung seiring berjalannya waktu:

1. Rasa Kehilangan dan Kerinduan

Salah satu sifat yang paling umum adalah munculnya rasa kehilangan dan kerinduan. Ketika hubungan dengan saudara kandung terputus, seseorang mungkin merasakan kekosongan emosional.
 
 
 
Ini sering terjadi karena saudara kandung adalah individu yang biasanya memiliki banyak kenangan masa kecil bersama, yang menciptakan ikatan emosional yang kuat. Seiring waktu, ketika kontak berkurang atau hilang, perasaan nostalgia dan kerinduan untuk kembali ke masa-masa ketika hubungan tersebut masih erat, seringkali menjadi dominan.

2. Kesulitan Emosional dalam Beradaptasi

Kehilangan kontak dengan saudara kandung bisa menyebabkan kesulitan emosional, terutama dalam hal adaptasi. Orang-orang yang mengalami ini mungkin merasa kehilangan bagian dari identitas mereka karena saudara kandung sering menjadi cermin dari masa lalu dan keluarga asal. 
 
Hal ini dapat memicu perasaan kesepian atau kebingungan emosional, terutama jika saudara kandung tersebut adalah satu-satunya orang yang berbagi pengalaman masa kecil yang sama.

3. Perasaan Bersalah atau Penyesalan

Banyak orang yang kehilangan kontak dengan saudara kandung merasa bersalah atau menyesal, terutama jika mereka merasa bahwa mereka berperan dalam hilangnya hubungan tersebut.  Penyesalan ini bisa muncul karena berbagai alasan, seperti ketidakmampuan untuk mempertahankan komunikasi atau konflik yang tidak terselesaikan. Dalam beberapa kasus, perasaan bersalah ini bisa menjadi beban emosional yang berat, memengaruhi kesejahteraan mental seseorang.

4. Pengembangan Kemandirian Emosional

Di sisi lain, ada juga individu yang mengembangkan kemandirian emosional sebagai akibat dari kehilangan kontak dengan saudara kandung. Mereka belajar untuk tidak terlalu bergantung pada hubungan keluarga dan mulai mencari sumber dukungan emosional lain di luar keluarga. 
 
Ini bisa menjadi sifat positif jika dilakukan dengan cara yang sehat, meskipun terkadang juga bisa mengarah pada isolasi sosial jika kemandirian ini berkembang menjadi ketidakpercayaan terhadap orang lain.

5. Resistensi Terhadap Rekonsiliasi

Beberapa orang mungkin mengembangkan sikap resistensi atau enggan untuk melakukan rekonsiliasi dengan saudara kandung mereka. Ini biasanya terjadi jika ada konflik yang belum terselesaikan atau luka emosional yang mendalam. 
 
Resistensi ini bisa menjadi penghalang besar untuk memperbaiki hubungan, terutama jika kedua belah pihak merasa bahwa rekonsiliasi tidak akan mengubah apa pun atau justru membuka kembali luka lama.

6. Meningkatnya Penghargaan terhadap Hubungan Lain

Kehilangan kontak dengan saudara kandung juga dapat mendorong seseorang untuk lebih menghargai hubungan lain dalam hidup mereka, seperti persahabatan atau hubungan dengan pasangan.
 
Mereka mungkin menjadi lebih peduli dan perhatian terhadap orang-orang di sekitar mereka, karena mereka sadar bahwa hubungan bisa hilang jika tidak dijaga dengan baik. Pengalaman ini bisa memotivasi seseorang untuk lebih aktif dalam membangun dan memelihara hubungan yang bermakna.

Kesimpulan

Kehilangan kontak dengan saudara kandung seiring bertambahnya usia adalah pengalaman yang bisa menimbulkan berbagai respons emosional dan psikologis. Sifat-sifat yang muncul sebagai akibat dari situasi ini bisa sangat bervariasi, tergantung pada latar belakang individu dan dinamika keluarga mereka.
 
Meskipun beberapa sifat mungkin tampak negatif, seperti perasaan bersalah atau resistensi terhadap rekonsiliasi, ada juga potensi untuk pertumbuhan pribadi, seperti pengembangan kemandirian emosional dan penghargaan yang lebih besar terhadap hubungan lain.
 
Penting untuk memahami bahwa setiap individu memiliki cara mereka sendiri dalam mengatasi kehilangan ini dan bahwa dukungan psikologis dapat sangat membantu dalam proses ini.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore