
Ilustrasi orang dengan weton ucapannya sakti mandraguna. (Freepik)
JawaPos.com - Orang zaman dahulu sering kali dikenal sebagai sosok yang sakti mandraguna, dan memiliki kemampuan spiritual dan kekuatan yang luar biasa.
Kesaktian mereka tidak hanya sekadar mitos, tetapi berakar pada praktik dan ajaran yang mendalam menurut primbon Jawa.
Namun, apa yang sebenarnya membuat mereka begitu istimewa? Mengapa mereka bisa menghasilkan kekuatan yang memukau?
Artikel ini akan mengungkap 5 rahasia dan kunci utama dari primbon Jawa yang menjelaskan bagaimana orang-orang zaman dahulu mencapai tingkat kesaktian yang tinggi.
Dilansir dari kanal YouTube Zaki on Tv pada Senin (5/8), inilah 5 rahasia mengapa orang zaman dahulu dikenal sakti mandraguna, menurut primbon Jawa.
1. Amalan dan Tirakat
Bagi orang zaman dahulu, tirakat adalah suatu perjalanan spiritual yang mendalam dan penuh pengabdian.
Tidak seperti ritual biasa yang mungkin hanya dilaksanakan secara formal, tirakat merupakan proses transformasi diri yang melibatkan pengorbanan yang besar serta usaha yang konsisten untuk menyelaraskan diri dengan kekuatan gaib.
Setiap amalan yang dilakukan dalam tirakat dimaksudkan untuk menghubungkan diri dengan kekuatan yang lebih tinggi, bukan hanya sebagai tindakan simbolis, tetapi sebagai usaha nyata untuk meningkatkan kualitas spiritual.
Dalam proses ini, mereka mempraktikkan ketekunan, disiplin, dan refleksi mendalam untuk memahami dan mengarahkan energi dalam diri mereka, sehingga bisa mencapai tujuan spiritual yang lebih tinggi.
2. Menjaga Kebersihan Hati
Orang zaman dahulu percaya bahwa, hati yang bersih merupakan kunci utama untuk mengakses dan memanfaatkan kekuatan spiritual yang mendalam.
Kebersihan hati diartikan sebagai keadaan batin yang murni dan tidak tercemar oleh niat jahat atau perasaan negatif. Mereka percaya bahwa kebersihan hati mencerminkan kedalaman spiritual seseorang dan mempengaruhi cara mereka menjalani hidup.
Ini termasuk kesadaran penuh dalam setiap tindakan, mematuhi ajaran agama dengan sepenuh hati, dan menjaga moralitas.
Seperti menjaga sebuah taman, mereka berusaha memastikan bahwa hati mereka selalu subur dengan kebaikan, yang nantinya akan terpancar dalam tindakan dan sikap mereka sehari-hari.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
