
Ciri-Ciri Perempuan Bahu Laweyan, Mitos Jawa Mengenai Perempuan Pembawa Petaka untuk Pria Sumber gambar: freepik/ freepik.com
JawaPos.Com - Indonesia dikaruniai banyak suku dan budaya. Salah satunya suku Jawa yang memiliki kekayaan dengan beragam tradisi dan adat istiadat secara turun temurun.
Beberapa orang mungkin tidak asing dengan budaya yang begitu beragam dan kompleks. Salah satunya tradisi bahu laweyan, namun pernahkah kamu tau tentang apa itu tradisi bahu laweyan?
Masyarakat Jawa yang masih menganut Jawa kuno, hingga saat ini mempercayai mitos serta tradisi didalamnya.
Pasalnya, dengan menjalankan hal tersebut diharapkan dapat terhindar dari kesialan seperti penyakit, kematian maupun bencana alam.
Dilansir dari Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, tradisi bahu laweyan adalah mitos perempuan pemilik bahu laweyan yang mempunyai ciri tanda atau tompel pada bahunya, jika ia menikah pasangannya akan meninggal.
Masyarakat percaya pemilik bahu laweyan jika menikah akan mendapat kesialan, walaupun itu hanya mitos yang belum tentu kebenarannya.
Orang Jawa kuno percaya jika ada anak lahir dengan tompel di sebelah kiri yang menjadi pertanda buruk.
Laweyan sendiri berasal dari kata selawe yang diserap dalam bahasa Jawa berarti 25. Tanda atau tompel perempuan yang dilahirkan dengan bahu laweyan memiliki bentuk yang berbeda-beda menurut budaya setempat.
Ada yang tompel dengan ukuran besar, pendapat lain letaknya berada di tepat atas kelamin atau kedua pantat.
Dikutip dari laman Jurnal Hukum Islam, bahwa perempuan dengan bahu laweyan sangat disukai oleh mahluk halus. Sehingga akan berakibat buruk jika perempuan tersebut menikah.
Tanda lahir tersebut diyakini diisi oleh mahluk tak kasat mata berjenis hewan melata lalu mengelilingi tanganya.
Keberadaan makhluk itu yang membuat seorang perempuan dengan bahu laweyan akan membawa petaka, kepada pasanganya berupa kematian.
Perempuan yang memiliki bahu laweyan ternyata dalam penelitian yang dilakukan, hanyalah mitos belaka. Tidak ada bukti ilmiah seorang dengan tanda lahir tertentu atau dengan ciri-ciri fisik membawa hal sial.
Namun meskipun dianggap mitos diliput dari Youtube Kisah Sejarah Nusantara, terdapat naskah kuno yang berada di Museum Radya Pustaka di Surakarta, Solo yang menjelaskan mengenai bahu laweyan.
Legenda tersebut tak terlepas dari kisah raja Keraton Hadiningrat Pangkubuwono II, tahun 1800-an.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
