Rasa ngantuk yang hebat saat sedang dengan pasangan itu menandakan bahwa seseorang tengah merasakan rasa aman dan terlindungi. Hal ini pada akhirnya akan menghasilkan kualitas tidur yang lebih baik.
Ya, perasaan nyaman itu seperti Anda tengah berada di balik selimut yang nyaman di malam musim dingin yang menggigil.
Mungkin awalnya Anda mengira bahwa rasa kantuk bersama pasangan itu muncul karena sudah malam hari. Atau malah mungkin Anda mengira karena sebelumnya begadang.
Namun, bukan itu. Dilansir dari Happy Life Logic, Minggu (28/7), berada di dekat pasangan membuat seseorang merasa aman dan terlindungi. Seolah-olah semua kekhawatiran dan kecemasan mereka sirna saat pasangan ada di dekatnya.
Reaksi alami yang indah ini juga membantu meningkatkan kadar serotonin, terutama pada perempuan. Pada gilirannya, ini membantu mengatur suasana hati dan pasangan tidur.
Sekarang, mari kita bicarakan tentang alasan seseorang sering mengantuk saat berada di dekat pasangan.
1. Otak melepaskan oksitosin
Berada di dekat orang terkasih melepaskan oksitosin, hormon yang membantu tidur dan menimbulkan rasa kantuk.
Oksitosin juga disebut sebagai "hormon cinta". Hormon ini dilepaskan saat kita berada di dekat seseorang yang sangat kita sayangi. Hormon ini juga membantu para ibu untuk menjalin ikatan dengan bayi mereka yang baru lahir dan memicu momen-momen intim di antara pasangan.
Tetapi oksitosin tidak hanya membuat kita merasa baik; tetapi juga membantu tidur.
Pikirkan seperti ini: otak melepaskan oksitosin saat Anda berada di dekat seseorang yang Anda cintai. Jadi Anda menjadi hangat, bersemangat, dan mengantuk. Itu seperti tubuh Anda berkata, "Hei, Anda aman dan dicintai. Anda bisa bersantai sekarang."
2. Anda merasa aman dan terlindungi
Konsep rasa nyaman itu tidak hanya berlaku untuk hubungan romantis. Prinsip yang sama berlaku saat berada di sekitar teman dan keluarga. Hubungan emosional yang kuat itu memperkuat perasaan aman dan terlindungi.
Hal ini pada gilirannya dapat menghasilkan kualitas tidur yang lebih baik. Tidak mengherankan banyak dari kita yang melaporkan bahwa kita cenderung tidur lebih baik ketika kita berbagi tempat tinggal dengan pasangan atau orang tua kita.
3. Bertukar zat kimia dengan pasangan
Saat tubuh kita melepaskan hormon-hormon yang membuat kita merasa senang, oksitosin dan serotonin, hormon tersebut sama dengan hormon yang dilepaskan oleh pasangan romantis kita.
Jadi bersama-sama, kita saling bertukar zat kimia ini. Kita lebih meningkatkannya dengan saling berciuman, berpelukan, dan menghabiskan waktu bersama.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, serotonin menjadi penstabil suasana hati. Hal ini pada gilirannya akan memperbaiki pola tidur. Serotonin berperan penting dalam membantu kita mencapai tidur yang lebih nyenyak. Hal ini karena otak membutuhkan serotonin untuk menghasilkan melatonin. Melatonin adalah hormon utama yang menjaga siklus tidur-bangun kita.
4. Sentuhan fisik
Kontak fisik dengan pasangan merupakan cara yang baik untuk membuat otak melepaskan lebih banyak oksitosin. Terhubung dan merasakan pasangan secara fisik membantu Anda tertidur lebih cepat dan cukup tidur.
Oleh karena itu, semua sentuhan fisik tersebut menghasilkan pelepasan hormon yang baik.