
Ilustrasi zodiak paling susah move on. (Sumber foto: Freepik)
JawaPos.com - Menyembuhkan luka masa kecil bukan berarti melupakan atau mengabaikannya, tetapi mengolahnya dengan cara yang sehat.
Menurut psikologi, tanda-tanda tertentu menunjukkan bahwa kamu masih perlu melakukan beberapa hal di bagian ini. Ini tentang mengidentifikasi pola-pola yang mungkin menghambatmu untuk benar-benar melangkah maju.
Dalam artikel ini, JawaPos.com telah melansir dari laman Ideapod, Minggu (28/7), mengenai delapan tanda yang menunjukkan bahwa kamu masih perlu menyembuhkan luka masa kecil.
1. Mimpi buruk atau mimpi buruk yang berulang
Para psikolog berpendapat bahwa mimpi buruk yang berulang dapat menjadi tanda trauma yang belum terselesaikan. Mimpi adalah cara pikiran bawah sadar kita memproses emosi dan pengalaman.
Terkadang, mimpi juga mencakup pengalaman dari masa lalu yang belum sepenuhnya kita tangani. Jika kamu mengalami mimpi berulang tentang situasi atau emosi negatif yang sama, ini mungkin cara pikiranmu memberi tahumu bahwa kamu masih perlu melakukan penyembuhan.
2. Kesulitan menjalin hubungan dekat
Psikolog berpendapat bahwa kesulitan dalam menjalin hubungan dekat seringkali dapat ditelusuri kembali ke pengalaman masa kecil yang buruk. Mereka menjelaskan bahwa pengalaman ini dapat merusak kemampuan kita untuk percaya dan membentuk ikatan yang sehat.
3. Terlalu kritis terhadap diri sendiri
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengalami trauma masa kecil cenderung terlalu kritis terhadap diri sendiri. Ini karena trauma seringkali dapat menimbulkan perasaan bersalah, malu, atau perasaan memiliki kekurangan.
Kritik diri ini bukan hanya tentang berbicara negatif kepada diri sendiri. Kritik diri dapat terwujud dalam berbagai cara, seperti menetapkan standar yang tidak realistis bagi diri sendiri atau terus-menerus membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
4. Sering mengalami perubahan suasana hati
Perubahan suasana hati bisa jadi merupakan gejala umum dari luka masa kecil yang belum sembuh. Perubahan suasana hati yang tiba-tiba ini dapat dikaitkan dengan emosi yang tertekan sejak kecil.
Seringkali, kita menekan emosi ini sebagai mekanisme koping, tetapi emosi tersebut ternyata tidak hilang begitu saja. Sebaliknya, emosi tersebut dapat muncul kembali dalam bentuk perubahan suasana hati atau mood swing.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
