Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Juli 2024 | 17.09 WIB

Belum Move On dari Trauma, Ini 8 Tanda Kamu Masih Perlu Berusaha Menyembuhkan Luka Masa Kecil Menurut Psikologi

Ilustrasi zodiak paling susah move on. (Sumber foto: Freepik) - Image

Ilustrasi zodiak paling susah move on. (Sumber foto: Freepik)

JawaPos.com - Menyembuhkan luka masa kecil bukan berarti melupakan atau mengabaikannya, tetapi mengolahnya dengan cara yang sehat.

Menurut psikologi, tanda-tanda tertentu menunjukkan bahwa kamu masih perlu melakukan beberapa hal di bagian ini. Ini tentang mengidentifikasi pola-pola yang mungkin menghambatmu untuk benar-benar melangkah maju.

Dalam artikel ini, JawaPos.com telah melansir dari laman Ideapod, Minggu (28/7), mengenai delapan tanda yang menunjukkan bahwa kamu masih perlu menyembuhkan luka masa kecil.

1. Mimpi buruk atau mimpi buruk yang berulang

Para psikolog berpendapat bahwa mimpi buruk yang berulang dapat menjadi tanda trauma yang belum terselesaikan. Mimpi adalah cara pikiran bawah sadar kita memproses emosi dan pengalaman.

Terkadang, mimpi juga mencakup pengalaman dari masa lalu yang belum sepenuhnya kita tangani. Jika kamu mengalami mimpi berulang tentang situasi atau emosi negatif yang sama, ini mungkin cara pikiranmu memberi tahumu bahwa kamu masih perlu melakukan penyembuhan.

2. Kesulitan menjalin hubungan dekat

Psikolog berpendapat bahwa kesulitan dalam menjalin hubungan dekat seringkali dapat ditelusuri kembali ke pengalaman masa kecil yang buruk. Mereka menjelaskan bahwa pengalaman ini dapat merusak kemampuan kita untuk percaya dan membentuk ikatan yang sehat.

3. Terlalu kritis terhadap diri sendiri

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengalami trauma masa kecil cenderung terlalu kritis terhadap diri sendiri. Ini karena trauma seringkali dapat menimbulkan perasaan bersalah, malu, atau perasaan memiliki kekurangan.

Kritik diri ini bukan hanya tentang berbicara negatif kepada diri sendiri. Kritik diri dapat terwujud dalam berbagai cara, seperti menetapkan standar yang tidak realistis bagi diri sendiri atau terus-menerus membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

4. Sering mengalami perubahan suasana hati

Perubahan suasana hati bisa jadi merupakan gejala umum dari luka masa kecil yang belum sembuh. Perubahan suasana hati yang tiba-tiba ini dapat dikaitkan dengan emosi yang tertekan sejak kecil.

Seringkali, kita menekan emosi ini sebagai mekanisme koping, tetapi emosi tersebut ternyata tidak hilang begitu saja. Sebaliknya, emosi tersebut dapat muncul kembali dalam bentuk perubahan suasana hati atau mood swing.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore