Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Juli 2024 | 16.10 WIB

Susah Move On Bukanlah Masalah, 10 Alasan Psikologi Ini Bisa Mudahkanmu Melewati Prosesnya

Ilustrasi belum bisa move on (freepik) - Image

Ilustrasi belum bisa move on (freepik)

JawaPos.com - Sering kali, ketika seseorang mengalami putus cinta, saran yang paling umum diberikan adalah untuk segera move on dan melupakan mantan.

Namun, apakah benar bahwa move on dengan cepat selalu merupakan pilihan terbaik? Menurut psikologi, terburu-buru move on bisa jadi bukan langkah yang paling sehat.

Move on adalah proses yang kompleks dan memerlukan waktu yang bervariasi bagi setiap individu.

Mengapa penting untuk tidak tergesa-gesa dalam proses ini? Beberapa ahli psikologi memberikan pandangan yang bisa membantu kita memahami lebih dalam.

1. Menghargai Proses Penyembuhan Emosional

Setiap hubungan memiliki nilai emosional yang mendalam. Ketika hubungan berakhir, kehilangan tersebut membutuhkan waktu untuk diproses.

Peneliti dari University of Arizona menemukan, bahwa memberi diri waktu untuk merasakan dan memproses emosi bisa membantu seseorang lebih siap untuk hubungan yang baru di masa depan.

2. Mengidentifikasi dan Mengatasi Pola Negatif

Jika seseorang segera melompat ke hubungan baru tanpa menyelesaikan masalah dari hubungan sebelumnya, mereka berisiko mengulangi pola negatif yang sama. Menurut sebuah studi yang diterbitkan di Journal of Social and Personal Relationships, penting untuk mengidentifikasi pola perilaku dan emosi yang merugikan sebelum memulai hubungan baru.

3. Memberikan Waktu untuk Pengembangan Diri

Putus cinta bisa menjadi kesempatan untuk fokus pada pengembangan diri. Dengan memberi diri waktu untuk mengeksplorasi minat baru, meningkatkan keterampilan, atau mengejar tujuan pribadi, seseorang dapat menjadi versi yang lebih baik dari diri mereka sendiri. Psikolog klinis, Dr. Guy Winch, menekankan pentingnya waktu ini untuk pemulihan dan pengembangan diri.

4. Menghindari Hubungan Pelarian

Hubungan pelarian, atau rebound relationships, sering kali tidak bertahan lama dan bisa menyebabkan lebih banyak kerugian emosional. Hubungan pelarian biasanya tidak didasarkan pada koneksi yang mendalam dan sering kali hanya sebagai pelarian dari rasa sakit.

5. Menyadari Pentingnya Penutupan

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore