Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Juli 2024 | 14.03 WIB

Utamakan Kompetisi, Intip 7 Karakter Orang yang Lebih Mementingkan Uang daripada Bahagia dalam Pekerjaannya

Ilustrasi orang yang mementingkan uang dan status sosial. (freepik/Kamran Aydinov) - Image

Ilustrasi orang yang mementingkan uang dan status sosial. (freepik/Kamran Aydinov)

JawaPos.com – Dalam kehidupan sosial tentu ada sebagian orang yang beranggapan bahwa mengejar kekayaan identik dengan kesuksesan dan kebahagiaan. Artinya semakin banyak uang yang dapat mereka kumpulkan maka semakin baik pula hidup mereka.

Tak hanya itu, mereka juga termasuk orang-orang yang memprioritaskan menghasilkan uang di atas segalanya bahkan kebahagiaan mereka sendiri dalam karir mereka.

Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa karakter orang yang lebih mengutamakan menghasilkan uang daripada kepuasan kerja sebagaimana dilansir dari laman The Expert Editor, Kamis (25/7) sebagai berikut :

1. Berfokus pada kesuksesan eksternal dibandingkan kepuasan batin

Karakter umum orang-orang yang memprioritaskan uang daripada kebahagiaan dalam pekerjaan mereka adalah kecenderungan mereka untuk berfokus pada kesuksesan eksternal daripada kepuasan batin.

Artinya kemewahan dan kekayaan sering kali menjadi motivator utama mereka. Pada dasarnya uang adalah alat yang dapat memfasilitasi perubahan positif tetapi seharusnya bukan menjadi tujuan utama.

Hal ini tentang menemukan keseimbangan antara kemakmuran ekonomi dan pemenuhan pribadi.

2. Mengabaikan pertumbuhan dan perkembangan pribadi

Karakter lain individu yang memprioritaskan uang daripada kebahagiaan dalam pekerjaan adalah kecenderungan untuk mengabaikan pertumbuhan dan perkembangan pribadi mereka.

Intinya mereka sering kali begitu sibuk mengejar kekayaan sehingga lupa untuk berinvestasi dalam pembelajaran, pengembangan diri dan kesejahteraan mereka sendiri.

3. Mengabaikan ketahanan emosional

Orang-orang yang mengutamakan kekayaan daripada kebahagiaan kerja sering mengabaikan pentingnya ketahanan emosional.

Mereka cenderung menekan perasaan mereka terutama selama transisi pribadi yang menantang dan menganggapnya sebagai hambatan bagi pencapaian finansial mereka.

Ketahanan emosional bukan tentang menghindari perasaan namun tentang mengakuinya, memahaminya dan mempelajari cara menghadapinya secara baik. Ini juga tentang mengubah peristiwa kehidupan yang menantang seperti putus cinta menjadi peluang untuk tumbuh dan menemukan jati diri.

4. Mengutamakan kompetisi daripada kolaborasi

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore