JawaPos.com - Saat menjadi anak-anak, seringkali banyak orang tua merasa bahwa anak tak bisa apa-apa. Sehingga, banyak orang tua yang cenderung mengontrol anaknya sendiri.
Mereka tak percaya bahwa anak memiliki kehendak sendiri dan dapat menentukan hal baik untuk dirinya sendiri.
Saat orang tua sering mengontrol segalanya untuk anak, saat dewasa mereka biasanya mempunyai sifat buruk yang bisa jadi tak disadari.
Dilansir dari Ideapod, Selasa (23/7), berikut adalah 7 sifat yang akan dimiliki anak saat dibesarkan orang tua yang mengontrol segalanya.
1) Sulit mengambil keputusan
Bila Anda terus-menerus ditebak atau dikritik atas pilihan Anda sewaktu kecil, sulit untuk bertindak sendiri.
Hal ini dapat menyebabkan kecenderungan untuk menganalisis berlebihan bahkan keputusan terkecil di masa dewasa.
Terjebak dalam lingkaran pertanyaan "Bagaimana jika" dan daftar pro dan kontra yang tak berujung. Anda mungkin menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mempertimbangkan setiap kemungkinan hasil, meragukan penilaian Anda, dan mempertanyakan pilihan Anda.
2) Cenderungan perfeksionis
Ini adalah istilah yang sering kita kaitkan dengan orang-orang yang berprestasi dan sukses, tetapi ada hal lain yang lebih dari sekadar berjuang untuk mencapai keunggulan.
Tumbuh besar dengan orang tua yang terlalu mengontrol dapat menanamkan pemahaman pada anak untuk menjadi sempurna dalam semua aspek kehidupan.
Hal ini dapat menyebabkan Anda menetapkan ekspektasi yang tidak realistis terhadap diri sendiri dan bersikap terlalu kritis saat tidak memenuhinya.
3) Ketakutan akan kegagalan menghambat Anda
Sebagai anak dari orang tua yang terlalu mengontrol, kegagalan mungkin dipandang sebagai sesuatu yang membawa malapetaka, sesuatu yang harus dihindari dengan cara apa pun.
Ketakutan ini dapat berlanjut hingga dewasa, menyebabkan Anda kehilangan kesempatan atau menghindar dari pengalaman baru.
Anda mungkin menghindari mengambil risiko atau melangkah keluar dari zona nyaman Anda. Hal itu tentu buruk untuk kesempatan baik yang mungkin muncul untuk Anda.
4) Kesulitan dalam menetapkan batasan
Bagi orang yang tumbuh dengan orang tua yang terlalu mengontrol, menetapkan batasan bisa terasa asing, bahkan salah.
Hal itu karena saat masih anak-anak, batasan Anda mungkin sering dilanggar. Privasi Anda mungkin telah diganggu, ruang pribadi Anda diabaikan, atau individualitas Anda dikekang.
Hal ini dapat menyulitkan Anda untuk memahami di mana orang lain berakhir dan Anda dimulai.
5) Meniru gaya komunikasi orang tua
Jika orang tua Anda terlalu mengontrol, mereka mungkin berkomunikasi dengan cara yang mendominasi, selalu bersikeras untuk memiliki keputusan akhir atau mengabaikan pendapat orang lain.
Sehingga saat dewasa, Anda mungkin menemukan diri melakukan hal yang sama, tanpa disadari.
6) Terlalu banyak meminta maaf
Terlalu sering meminta maaf merupakan sifat umum di antara mereka yang tumbuh dengan orang tua yang suka mengontrol.
Ini adalah bentuk pengalihan perhatian, cara untuk menghindari konflik atau potensi kritik. Saat masih anak-anak, meminta maaf mungkin merupakan strategi bertahan hidup, cara untuk menjaga kedamaian atau menghindari hukuman.
Namun, sebagai orang dewasa, apakah Anda merasa perlu meminta maaf atas hal-hal yang berada di luar kendali Anda? Atau bahkan hanya karena mengungkapkan perasaan atau kebutuhan Anda?
Jika demikian, ini bisa menjadi tanda lain bahwa pengalaman masa kecil Anda masih memengaruhi perilaku Anda.
7) Kesulitan mempercayai orang lain
Kesulitan dalam memercayai orang lain umum terjadi di antara mereka yang tumbuh dengan orang tua yang terlalu mengontrol.
Anda mungkin menjadi curiga terhadap niat orang lain, menduga mereka akan mengecewakan Anda atau memanfaatkan Anda.
Hal ini dapat memengaruhi hubungan Anda secara signifikan, sehingga menyulitkan Anda untuk membentuk hubungan yang mendalam dan bermakna dengan orang lain.