
Temper tantrum dan Autistic Meltdown pada anak itu berbeda meski gejalanya hampir mirip./pexels.com
JawaPos.com - Dalam dunia parenting, kerap didengar istilah Tantrum. Istilah ini bisa juga didefinisikan sebagai kondisi saat seorang anak menunjukkan ledakan kemarahan dan frustasi yang tidak terkendali.
Sebagaimana dilansir dari laman Halodoc, tantrum juga dapat melibatkan teriakan, tendangan, ataupun berguling-guling di lantai. Bahkan tantrum bisa datang dalam berbagai bentuk, sehingga setiap anak bisa jadi mengalami tantrum yang berbeda.
Orang tua bisa jadi melihat anak berteriak histeris, memukul-mukul, menahan napas, muntah, memecahkan barang, melukai diri sendiri atau orang lain, atau bahkan melengkungkan punggung sebagai ekspresi emosi, dan lain-lain.
Tantrum sering terjadi pada anak usia 1-3 tahun dan biasanya disebabkan karena anak masih berada pada tahap awal perkembangan sosial, emosional, dan bahasa. Karena anak belum bisa menyampaikan kebutuhan dan perasaannya, akibatnya mereka jadi frustasi.
Namun, harus dimaklumi, tantrum adalah salah satu cara anak kecil mengekspresikan dan mengelola perasaan, dan mencoba memahami atau mengubah apa yang terjadi di sekitar mereka. Anak yang lebih besar juga bisa mengalami tantrum. Ini bisa jadi karena mereka belum belajar cara yang aman untuk mengekspresikan atau mengelola perasaan.
Tentunya kita tidak ingin hal ini sering terjadi pada si buah hati, walaupun fase tantrum adalah fase yang sangat wajar terjadi. Terkadang kita yang orang dewasa saja sulit mengendalikan emosi kita, apalagi anak kecil ya.
Namun, tantrum pun juga bisa dicegah, jika usia anak sudah lebih besar maka tantrum bisa dihindari dengan membuat kesepakatan sebelumnya. Misalnya saat akan pergi ke mall, sudah sepakat dan memberikan pengertian bahwa nanti tidak bisa bermain di playground atau waktu main dibatasi hanya satu jam. Jika anak suka tantrum karena ingin membeli sesuatu maka hindari area-area yang dapat memicu tantrum pada anak.
Sebab anak adalah makhluk pintar yang bisa diajak berkompromi dan diberikan pengertian jika sudah dibiasakan untuk anak berpikir kritis sejak kecil. Selalu berikan ruang dan waktu untuk anak memahami suatu hal dan biarkan ia mencari solusi dan memecahkan masalah menurut caranya sendiri sambil kita berikan arahan.
Saat anak terbiasa untuk didengarkan dan divalidasi perasaannya, maka diharapkan tantrum pada anak tidak sering terjadi. Kalau pun terjadi tidak dalam durasi waktu yang lama. Biasakan anak untuk memilih sesuatu, sesederhana dalam memilih pakaian untuk digunakan sehari-hari. Jangan kritik pilihan anak.
Selalu berikan pujian terhadap hal-hal baik dan perilaku baik yang ia lakukan dan berikan afirmasi positif agar kelak anak menjadi pribadi yang optimis dan percaya diri. Berikan pujian seperti kedekatan fisik berupa pelukan atau ucapan betapa bangganya Aybun ketika melihat anak berhasil mengikuti intruksi sesuai yang Aybun berikan.
Berikut JawaPos.com rangkumkan tips-tips mengatasi anak yang sedang tantrum, terutama saat sedang berada di tempat umum terutama di mall.
1. Berikan ruang dan waktu untuk anak
Saat meluapkan amarahnya sering kali anak berguling-guling di lantai sambil memukul atau melempar sesuatu. Sebaiknya kita menempatkan anak di tempat yang aman dan terhindar dari keramaian. Apabila sedang berada di mall, bisa di bawa ke pojokan atau ke pinggiran took yang tidak terlalu ramai. Berikan waktu pada anak untuk bisa meregulasi rasa marahnya.
2. Dengarkan anak dan jangan berargumentasi

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
