Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Juli 2024 | 03.09 WIB

Menurut Survey, Inilah 4 Alasan Mengapa Orang yang Terbiasa Mengunyah Permen Karet Dianggap Sangat Keren

4 alasan potensial mengapa sebagian orang menganggap mengunyah permen karet keren. (Freepik)

JawaPos.com –  Kebiasaan mengunyah permen karet yang dinilai keren, seringkali ditunjukkan oleh beberapa aktor dalam film-film.

Hal inilah yang membuat perilaku mengunyah permen karet menjadi semakin populer dan dianggap keren oleh sebagian besar orang.

Tindakan mengunyah perman karet, mungkin tidak secara inheren menunjukkan sesuatu yang "keren", tetapi lebih mencerminkan berbagai makna dan sikap sosial yang diproyeksikan orang terhadap perilaku tersebut.

Dilansir dari Quora, Selasa (23/7), berikut beberapa alasan potensial mengapa sebagian orang menganggap permen karet sebagai sesuatu yang "keren".

1. Mengunyah permen karet identik dengan sikap riang atau santai

Mengunyah permen karet dapat memberikan kesan santai, tidak terburu-buru, bahkan sedikit tidak terlalu peduli dengan kesopanan.

Persepsi tidak terlalu peduli dengan penampilan ini dapat diartikan oleh sebagian orang sebagai sifat kepribadian yang "keren".

2. Kebiasaan mengunyah permen karet semakin populer di media

Mengunyah permen karet sering kali digambarkan sebagai kebiasaan karakter "keren" atau pemberontak tertentu dalam film, acara TV, video musik, dan lain-lain.

Orang yang sering melakukan kebiasaan mengunyah permen karet, mungkin menganggap bahwa hal tersebut merupakan cara untuk meniru kesan gelisah atau acuh tak acuh .

3. Mengunyah permen karet sering dikaitkan dengan kepercayaan diri

Bagi sebagian orang, mengunyah permen karet dapat menjadi tindakan kecil yang menentang konvensi sosial atau harapan tentang perilaku yang pantas, yang dapat diartikan sebagai bentuk kepercayaan diri atau "ketenangan".

4. Kebiasaan mengunyah permen karet sering diadopsi oleh berbagai kelompok sosial atau subkultur tertentu

Jika kelompok tertentu yang dianggap "keren" terlihat mengunyah permen karet, kelompok lain mungkin akan mengadopsi kebiasaan tersebut sebagai cara untuk menunjukkan keanggotaan atau afiliasi dengan kelompok sosial tersebut.

Pada akhirnya, persepsi mengunyah permen karet sebagai sesuatu yang "keren" sebagian besar subjektif dan berakar pada pengaruh budaya dan masyarakat.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore