
ilustrasi kakek dan nenek yang sedang makan./Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Pernahkah bertanya anak-anak lebih senang berinteraksi dengan kakek-neneknya dibanding orang tua mereka.
Citra kakek-nenek yang menyenangkan itu seperti di film-film atau buku yang dibaca. Lantas, apa yang menyebabkan hal itu?
Dikutip dari Ideapod, Jumat (19/7), terdapat tujuh alasan kakek-nenek tampak lebih menyenangkan bergaul dengan cucunya. Mereka selalu menjadi aktor favorit cucu saat tiba di rumah. Mereka membawa kehangatan dalam keluarga. Berikut adalah 7 alasan kakek-nenek jadi favorit cucunya.
1) Mereka telah belajar untuk menerima kesabaran
Orang yang sudah menjadi kakek-nenek tentu pernah merasakan menjadi orang tua. Sebagai orang tua, mereka mungkin sering merasa tergesa-gesa, kewalahan, atau gelisah. Tekanan yang terus-menerus ini dapat menyebabkan emosi yang meledak-ledak dan keputusan yang tergesa-gesa.
Namun, sebagai kakek-nenek, mereka tampaknya telah mempelajari seni kesabaran. Urgensi yang pernah menjadi ciri khas mereka dalam mengasuh anak telah digantikan dengan irama yang tenang dan mantap.
2) Mereka mungkin bukan orang tua yang 'menyenangkan'
Saat menjadi orang tua, kakek-nenek mungkin berfokus pada penetapan batasan, penegakan aturan, dan penanaman disiplin. Anak-anak mereka mungkin mengingat mereka sebagai orang yang sangat disiplin, orang tua yang lebih sering mengatakan 'tidak' daripada 'ya'.
Namun, sebagai kakek-nenek, mereka tampak penuh dengan kegembiraan dan tawa. Merekalah yang menciptakan permainan, memanjakan cucu-cucu mereka dengan makanan ringan, dan secara umum menikmati semua kegiatan menyenangkan yang dulu mereka hindari sebagai orang tua. Perubahan ini bisa sangat mengejutkan bagi mereka yang ingat sikap tegas mereka sebagai orang tua.
3) Mereka menunjukkan lebih banyak empati
Saat orang sudah menjadi kakek-nenek, mereka tampaknya lebih mengutamakan hubungan emosional daripada prestasi. Mereka lebih memahami perasaan cucu-cucu mereka dan menunjukkan pemahaman yang lebih baik tentang emosi mereka. Mereka menawarkan kenyamanan selama masa-masa sulit dan merayakan kegembiraan kecil dengan antusiasme yang tulus.
4) Mereka berperan sebagai pendongeng
Di masa-masa mengasuh anak, mereka mungkin terlalu sibuk dengan kesibukan hidup hingga tidak sempat berbagi cerita pribadi atau kisah keluarga. Namun, sebagai kakek dan nenek, mereka menikmati peran sebagai pendongeng , menuturkan kisah-kisah tentang masa muda mereka, sejarah keluarga, atau bahkan kisah tentang orang tua cucu mereka saat mereka masih muda.
Ini lebih dari sekadar cara yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu. Bercerita memainkan peran penting dalam komunikasi dan hubungan antarmanusia dan semakin mendekatkan diri dengan cucu-cucunya.
5) Mereka mengakui kesalahan masa lalu

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
