Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Juli 2024 | 21.05 WIB

Menurut Psikologi, Ada 8 Kebiasaan Orang yang Dibesarkan oleh Orang Tua yang Baik dan Penyayang

Ilustrasi orang yang dibesarkan orang tua yang baik dan penuh kasih sayang. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang dibesarkan orang tua yang baik dan penuh kasih sayang. (Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang yang selalu terlihat begitu empati dan mampu berkomunikasi secara efektif? Orang-orang seperti ini seringkali memiliki latar belakang yang sama yakni mereka dibesarkan oleh orang tua yang penuh kasih dan pengertian.

Psikologi mengungkapkan bahwa pola asuh yang positif ini tidak hanya menciptakan individu yang tangguh, tetapi juga menumbuhkan sejumlah kebiasaan yang mendalam. Dilansir Ideapod, mari telusuri lebih dalam delapan kebiasaan khusus yang sering ditemukan pada orang-orang yang dibesarkan dalam lingkungan penuh kasih sayang, dan bagaimana hal ini membentuk kepribadian yang sangat menginspirasi.

1. Tingkat Empati yang Tinggi

Empati adalah kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain secara mendalam. Individu yang dibesarkan dalam lingkungan yang penuh kasih seringkali memiliki tingkat empati yang tinggi karena mereka telah diajari untuk memahami dan menghargai perasaan orang lain sejak dini.

Mereka seringkali menjadi sosok yang dapat secara intuitif merespons perasaan orang lain dengan tulus dan penuh pengertian.

2. Komunikasi yang Efektif

Kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif tidak hanya tentang berbicara, tetapi juga tentang kemampuan untuk mendengarkan dengan baik. Individu dengan latar belakang orang tua yang mendukung sering kali terlatih untuk mendengarkan secara aktif dan merespons dengan empati.

Mereka tumbuh dalam lingkungan di mana dialog terbuka didorong, sehingga mereka mampu menyampaikan pemikiran dan perasaan mereka dengan jelas dan dengan rasa hormat yang tinggi terhadap orang lain.

3. Nyaman dengan Kerentanan (Vulnerability)

Mereka yang dibesarkan dalam lingkungan yang menerima dan memahami kerentanan sebagai bagian dari kekuatan pribadi cenderung lebih terbuka dan jujur tentang ketakutan dan kelemahan mereka.

Mereka belajar bahwa menunjukkan kerentanan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kejujuran yang membangun hubungan yang lebih dalam dengan orang lain.

4. Praktik Bersyukur Secara Teratur

Kebiasaan untuk bersyukur dan menghargai kehidupan adalah hasil dari didikan orang tua yang mengajarkan nilai-nilai tersebut sejak kecil. Individu ini seringkali memiliki kepekaan yang tinggi terhadap kebahagiaan dalam hal-hal sederhana dan tidak pernah memandang remeh berkat-berkat kehidupan.

Mereka mampu menemukan hal-hal untuk disyukuri bahkan dalam situasi sulit, mencerminkan rasa terima kasih yang tulus atas nilai-nilai kehidupan.

5. Pemahaman Diri yang Kuat

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore